Musi Channel

Dr. Hatta Ansyori Dilarikan ke RSMH

20.01.2010 22:00:03 WIB

MESKIPUN dalam kondisi sakit, tersangka kasus dugaan korupsi dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada PPDS FK Unsri senilai Rp2,5 miliar, yakni dr Hatta Ansyori, SpOG, dan Prof Dr Zarkasih, SpA, tetap ditahan di Rutan Merdeka Palembang. Akibatnya Rabu (20/01/2010) Hatta Ansyori dilarikan ke rumah sakit.

Dr Hatta Ansyori, SpOG, ketua PPDS Universitas Sriwijaya, dilarikan ke RS Umum Moehammad Hoesin Palembang, sekitar pukul 18.45, Rabu (20/01/2010). Hatta yang sudah diinfus sejak di Rutan Merdeka, kini dirawat di kamar No.6 Graha Spesialist rumah sakit itu. Dia positif terkena penyakit demam berdarah.

“Tekanan darahnya 55/90, rumple ceed-nya positif, dan selama tiga hari ini badannya demam selama berada di Rutan Merdeka,” kata salah satu kuasa hukumnya Nazori Doak Achmad, mengutip keterangan dr Alie Ganie yakni dokter perawat Hatta yang tidak berada di tempat, Rabu (20/01/2010).

Menurut Do’ak, kondisi kesehatan dr Hatta Ansyori, SpOG, yang bersama Dekan FK Unsri Prof Dr Zarkasih, SpA, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada PPDS FK Unsri senilai Rp2,5 miliar, memang sudah tidak baik.

“Mereka berdua kan sudah tua dan memiliki sejumlah penyakit. Hatta usianya mencapai 61 tahun, dan Zarkasih sudah 60 tahun,” kata Do’ak.

Sementara Zarkasih juga dalam kondisi tidak sehat. “Keduanya kakinya membengkak, terutama kaki kiri. Akibat hipertensi dan jantung,” katanya.

Atas kondisi kesehatan tersebut, Do’ak bersama sembilan pengacara lainnya seperti Munarman, Syamsul B Radjam, Anhar, sudah mengajukan surat penangguhan penahanan atau pengalihan tahanan terhadap kedua tersangka.

“Kami tidak menghalangi proses peradilan. Kami hanya ingin rasa keadilan kemanusiaan. Kami sudah mengajukan permohonan tersebut sejak Senin (18/01/2010) kemarin. Kami mengajukan itu lantaran keduanya memang tidak sehat. Apa mereka harus ditahan meskipun dalam kondisi sakit? Kan tidak. Sebab ini juga persoalan kemanusiaan. Apalagi ada jaminan sekitar 700 dokter dan Rektor Unsri terhadap keduanya, tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” kata Do’ak.

“Besok kami akan mengajak majelis hakim untuk melihat kondisi Pak Hatta dan Pak Zarkasih, bahwa keduanya memang benar-benar sakit bukan merasa sakit,” kata Do’ak.

Komentar