21.12.2011 04:00:55 WIB
Jika musim panas terlalu panjang, jangan lari dari kamarmu. Kenanglah dan peluk aku yang telah menjadi angin. Angin yang kujanjikan saat menyentuh rambutmu di ujung pelarian itu. Pelarian yang selalu kusesali.
21.12.2011 04:00:55 WIB
Jika musim panas terlalu panjang, jangan lari dari kamarmu. Kenanglah dan peluk aku yang telah menjadi angin. Angin yang kujanjikan saat menyentuh rambutmu di ujung pelarian itu. Pelarian yang selalu kusesali.
16.12.2011 03:05:00 WIB
Tidak bekerja. Tidak membaca. Saat pulang, di atas tanah warisan, tidak ada persaudaraan, kecuali keinginan terbang tanpa membeli sayap. Sayap tidak datang, dia pun menyalahkan ibu.
23.08.2011 04:16:19 WIB
Sebelum lebaran, aku kembali dimarahi istri. Catatan-catatan yang meneror di kamar tidur yang kering, menindih dada dan kepala. Tidak ada sejarah para raja dan sultan yang mampu menyelamatkan, termasuk nyanyian para filsuf yang lolos dari penyiksaan.
27.07.2011 10:17:15 WIB
Perempuan-perempuan itu terus menangis di dalam pembangunan. Mereka berlari ke dalam hutan. Berjuang menutup sumur minyak bumi dan gas. Tapi bunting dan menyusui membuat mereka kembali ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
26.07.2011 01:18:29 WIB
Setelah ditafsir berdasarkan hermeneutika Paul Ricoeur lewat bukunya De l’Intrepretation (1965), ruh dari buku kumpulan puisi Akulah Musi bertolak dari puisi T. Wijaya, penerima Anugerah Batanghari Sembilan tahun 2010 kategori bidang sastra, berjudul ”Oi Melayu, Akulah Sungai Musi”.
19.07.2011 10:15:09 WIB
SEJUMLAH penyair yang mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara V di Palembang menginginkan pemerintah mengeluarkan anggaran khusus untuk penerbitan buku. Alasannya puisi dinilai mampu menjaga dan membangun karakter bangsa Indonesia.
18.07.2011 10:03:03 WIB
POLITIK dan ekonomi mungkin sudah merobek kebhinekaan masyarakat Nusantara, tapi puisi tetap menjaga keberagaman budaya Nusantara. Hal ini tercermin dari Pertemuan Penyair Nusantara V di Palembang, yang berlangsung dari 16-18 Juli 2011.
17.07.2011 04:54:03 WIB
SEBANYAK 217 penyair dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, serta dari Srilangka dan Swedia mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara V di Palembang. Acara ini berlangsung pada 16-19 Juli 2011.
11.07.2011 15:05:46 WIB
Aku tiba-tiba berada di ujung abad ini di dalam perahu istriku. Pasir menumpuk di ujungnya. Melaju, melewati bayangan rumah panggung, yang menyisakan gambar-gambar tua di dinding. Pasir melompati ruang tidur pemilik terakhir rumah panggung. Mengeras.
29.06.2011 21:51:31 WIB
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan akan menyelenggarakan Festival Musikalisasi Puisi VI Tingkat SLTA se-Sumatera Tahun 2011 dengan tema “Pembentukan Karakter Bangsa melalui Peningkatan Apresiasi Sastra Bergenre Musikalisasi Puisi”.
01.05.2011 00:40:02 WIB
Bank yang menghisap, pasar yang menggilas, televisi yang membakar, pemerintahan yang menidurkan, pesawat terbang yang mencakar, pendidikan yang memiskinkan, kesehatan yang mencandukan, maka dunia menjelang kiamat dan kami tertindas, kami ingin berhenti bekerja.
29.04.2011 23:32:55 WIB
Bangun. Bangun. Bangun. Jaga kampungmu. Jaga kotamu. Kibarkan rohmu sebagai badai yang berpusar sampai ruang kerjamu bersih dari Tuhan baru, yang dibawa mereka yang mendirikan bangunan-bangunan persis di ujung lantai sujudmu.
21.03.2011 01:41:22 WIB
Dalam rangka Hari Ulang Tahun Walikota Tanjungpinang, Hj. Suryatati A. Manan, akan diadakan Tarung Penyair Panggung di Kota Tanjungpinang, pada tanggal 14-17 April 2011. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas dedikasi Hj. Suryatati A. Manan terhadap kesusastraan, khususnya puisi, serta menggairahkan tradisi pemanggungan puisi yang unggul, inovatif dan kreatif serta wahana silaturrahmi penyair se-Asia Tenggara.
21.11.2010 17:46:05 WIB
Mencatat perjalanan dinamika teater di Palembang, menurut saya di tahun 2010 ada ghirah (semangat) yang menurut saya bukan hal baru, tetapi melihat sejumlah pementasan teater yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, enam bulan terakhir perjalanan teater di Palembang sangat dinamis.
09.11.2010 18:44:16 WIB
Meski dengan persiapan “kejar tayang” Teater Tubun SMA Negeri 15 Palembang menyatakan sedang menyiapkan naskah drama panggung “Pulau Terakhir” karya Tunggal Pamungkas.