09.11.2011 23:58:35 WIB
SEBAGAI kota tua, seharusnya Palembang memiliki banyak pohon berusia tua. Tapi ternyata hal itu sulit ditemukan, kalaupun ada umumnya pohon yang ditanam di lingkungan perumahan yang ditanam di masa kolonial Belanda, yang usianya berkisar 100 tahun.
Salah satu pohon yang diperkirakan berusia tua, yakni sebuah pohon yang tumbuh di samping instalasi PDAM Tirta Musi di Lemabang, 3 Ilir, Palembang. Pohon yang memiliki tiga cabang besar ini tinggi batangnya sekitar tujuh meter tapi ketinggian cabangnya sekitar 15 meter, serta memiliki lingkar batang sekitar 5 meter atau 500 centimeter.
Pohon yang daunnya mirip petai, kelor, dan asam, ini, tidak diketahui jenisnya. “Saat dibangun perumahan dan instalasi PDAM Tirta Musi, pohon ini sudah ada. Menurut cerita, pohon ini ada yang menjaganya sehingga tidak ada yang berani menebangnya,” kata Amin, seorang warga yang
bermukim tak jauh dari pohon itu, Rabu (09/11/2011).
“Kami tidak tahu jenis apa pohon ini, tapi mungkin sudah langka di Palembang, atau juga di Sumatera Selatan,” katanya.
Pohon yang tumbuh di atas tanah tinggi, sekitar tiga kilometer dari pemakaman Kawah Tekurep, pemakaman raja-raja Palembang, diperkirakan berusia 200 tahun.
Hitungan usia pohon ini dihitung berdasarkan panjang lingkar pohon yakni 500 centimeter. Yang mana sebagaimana penghitungan usia sebuah pohon, bahwa setiap tahun batang pohon menghasilkan kulit atau daging setebal 2,5 centimeter. Maka usia pohon ini dihitung dengan cara 500 centimeter dibagi 2,5 centimeter, sehingga didapatkan angka 200, sebagai usia pohon.
Jika usianya benar 200 tahun, maka pohon ini tumbuh di masa awal Kolonial Belanda menguasai penuh Palembang.
Lantaran rindangnya cabang pohon ini, jalan dan perkarangan rumah yang berada di bawahnya selalu terasa sejuk.
“Kalau malam hari, banyak yang takut lewat di jalan ini. Tapi selama kami tinggal di sini, belum ada hal-hal aneh yang aku temukan di sekitar pohon ini. Tapi sebaiknya pohon ini jangan ditebang, biarlah
tumbuh, biar sejuk dan penahan air hujan,” ujar Amin.
“Aku harap ada pecinta pohon atau peneliti tanaman, yang mencek pohon ini, dan semoga diketahui berapa usia dan jenis pohon ini,” ujar Amin.
