04.09.2011 23:11:38 WIB
Oleh Suparman Hasibuan
Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau ’kembali ke fitrah’, umat Islam di Indonesia menjadikan hari raya idul fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga. Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Maroko, Tosari Widjaja dalam sambutannya pada kesempatan open house dengan kalangan diplomatik dan mitra kerja KBRI Rabat yang diadakan di Wisma Duta Indonesia di Rabat tanggal 3 September 2011.
Pada kesempatan tersebut, Dubes RI menggambarkan lebih jauh tradisi idul fitri di Indonesia yang dirayakan dengan suasana penuh kekeluargaan, saling bersalam-salaman dan saling memaafkan. Ditambahkan Idul Fitri yang disebut juga dengan lebaran, masyarakat Indonesia berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan "halal bi-halal", memohon maaf atas berbagai kesalahan. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan antara lain yang paling populer adalah ketupat, lontong sayur, sate, bakso dan lemang.
Mengakhiri sambutannya, Dubes RI menyampaikan Selamat Idul Fitri Minal Aidhin Walfaidzin, serta mempersilahkan kepada para undangan untuk menikmati tradisi khas lebaran Indonesia.
Acara yang dimulai pada pukul 17.00 dan berakhir pukul 19.00 waktu Maroko tersebut, dihadiri oleh sekitar 70 orang tamu dari kalangan diplomatik, pejabat pemerintah Maroko serta mitra kerja KBRI Rabat. Tampak hadir pada acara tersebut Duta Besar dari negara sahabat serta pejabat diplomatik lainnya, turut pula hadir para akademisi; pengusaha, tokoh masyarakat; ulama dan wartawan yang merupakan mitra kerja KBRI Rabat.
Open house berlangsung dalam suasana akrab dengan lebaran khas Indonesia menjadi tema open house dengan menghidangkan secara sederhana berbagai macam makanan tradisional khas lebaran Indonesia sebagai suguhan bagi para tamu. Selain itu, para tamu juga berkesempatan melihat berbagai lukisan yang merupakan hasil karya Ibu Mahsusoh Ujiati Tosari Widjaja yang dipamerkan pada kesempatan open house tersebut.



