Foto

Indonesia Sumbangkan Tafsir Al Misbah Untuk Perpustakaan Maroko

08.07.2010 22:55:22 WIB

KBRI Rabat telah menyerahkan sumbangan 1 (satu) set Tafsir al Misbah karya salah seorang ulama Indonesia kontemporer Prof. DR. M. Quraish Shihab untuk menjadi koleksi Perpustakaan Center of Documentation and Cultural Activities di kota Meknes pada Selasa, 6 Juli 2010.

Sumbangan buku diserahkan langsung oleh Duta Besar RI H. Tosari Widjaja dan diterima secara resmi oleh Mohamed El Idrissi, Direktur Center of Documentation And Cultural Activities-Meknes. Turut hadir dalam acara serah terima sumbangan ini Ibu Mahsusoh Tosari Widjaja, PF. Pensosbud, staf KBRI dan mahasiswa Indonesia. Sedangkan dari pihak Center of Documentation and Cultural Activities hadir pula Ahmed Chaouf (Kabid Kegiatan Kebudayaan) dan Rachid Boutallaka (Kabid Perpustakaan).

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI menyatakan bahwa sumbangan buku ini adalah merupakan simbol dari itikad baik pemerintah Indonesia untuk semakin mempererat kerjasama di bidang pendidikan, sains dan kebudayaan. Lebih jauh juga diharapkan kerjasama ini akan berlanjut dengan sumbangan buku-buku hasil karya para cendekiawan dan ulama Indonesia lainnya ke perpustakaan ini agar karya dan pemikiran mereka yang menggambarkan dinamika berbagai sisi kehidupan di Indonesia dapat juga di nikmati dan dipelajari pihak Maroko. Duta Besar RI juga mengusulkan agar di masa yang akan datang dapat diadakan pertemuan khusus antara ulama Indonesia dan ulama Maroko di tempat ini untuk dapat saling bertukar pikiran, ataupun mengadakan satu kegiatan bagi para pustakawan untuk membangun kerjasama antara berbagai perpustakaan yang terdapat di Maroko dan Indonesia yang diharapkan dapat makin mempererat hubungan kedua negara di masa yang akan datang.

Sementara itu, Mohamed El Idrissi mengungkapkan rasa gembira dan terima kasihnya atas nama pihak Center of Documentation and Cultural Activities dan pemerintah Maroko dengan diterimanya sumbangan buku tersebut. Dinyatakan pula bahwa kunjungan Duta Besar RI untuk kedua kalinya ke tempat tersebut mempunyai makna besar bagi pihak Maroko dan merupakan kunjungan istimewa setingkat duta besar yang pertama kalinya sejak perpustakaan tersebut didirikan. Untuk itu, mereka menyatakan siap bekerjasama menyukseskan seluruh program pemerintah Indonesia yang diwakili oleh KBRI Rabat di Maroko ini. Di masa yang akan datang, pihak perpustakaan menyatakan kesiapannya untuk menyediakan Indonesian rak khusus bagi koleksi dan karya-karya ulama Indonesia yang akan terus disumbangkan nantinya.

Center of Documentation and Cultural Activities ini berada di bawah naungan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kerajan Maroko. Gedung seluas 4 hektar yang dibangun dengan gaya arsitektur khas Maroko ini dimulai peletakan batu pertamanya pada 2001 dan baru dibuka secara resmi oleh Raja Maroko Mohamed VI pada 11 April 2010. Perrpustakaan ini mempunyai puluhan ribu koleksi buku dalam berbagai bahasa asing. Dengan disumbangkannya tafsir berbahasa Indonesia, kini perpustakaan tersebut telah mengumpulkan koleksi bukunya dalam 16 bahasa dunia. Selain ruang-ruang untuk koleksi buku perpustakaan, gedung ini juga memiliki fasilitas ruang konferensi untuk kapasitas 600 orang yang dilengkapi dengan teknologi canggih dan tersambung dengan satelit untuk menyiarkan secara langsung kegiatan-kegiatan yang diadakan di tempat ini ke televisi lokal atau pun internasional. Disediakan juga ruang khusus bagi anak-anak umur 6-12 tahun untuk kegiatan mereka yang diadakan rutin pada hari Rabu setiap pekannya. Juga terdapat ruang khusus bagi para tuna netra agar mereka dapat menikmati koleksi-koleksi perpustakaan sebagaimana layaknya mereka yang normal.

Foto: RAHMAT AZHARI

Komentar