17.02.2012 17:58:23 WIB
Oleh Putra Kurusetra
PERNYATAAN Alex Noerdin akan menyelesaikan persoalan kemacetan di DKI Jakarta hanya dalam tiga tahun, jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, dinilai sebagian masyarakat Palembang tidak tepat membawa isu tersebut dalam kampanyenya.
“Kami sebagai wong Palembang bangga sekali jika Pak Alex menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, dan kemudian terpilih. Itu artinya ada putra terbaik dari Sumsel buat memimpin ibukota negara itu. Tetapi, saya terkejut jika beliau mengkampanyekan isu kemacetan di Jakarta. Sebab di Sumatera Selatan bae, persoalan kemacetan belum terselesaikan,” kata Bambang, seorang warga 2 Ilir, Palembang, Jumat (17/02/2012).
Menurut Bambang, sebaiknya Alex Noerdin berkampanye dengan program besarnya seperti dilakukan di Sumatera Selatan, misalnya dia sukses menjadikan Palembang sebagai penyelenggara SEA Games XXVI, membangun sejumlah proyek atau menjalankan program yang menyentuh rakyat,
seperti sekolah dan berobat gratis. “Dia kan pelopor yang gratis, coba cari persoalan yang mendesak di warga DKI Jakarta, dan jalankan program yang gratis,” ujarnya.
“Kalau mengatasi kemacetan, tampaknya kurang pas. Sebab di Sumsel hal itu masih menjadi persoalan,” ujarnya.
Sementara Hasanuddin, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Plaju, Palembang, menilai pencalonan Alex Noerdin sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, bisa menjadi bumerang bagi dirinya. “Beliau kan masih menjabat Gubernur Sumsel. Jika maju ke DKI Jakarta, dan gagal, dia pasti akan kembali ke Sumsel buat bertarung lagi dalam pilgub, nah, saat itu popularitasnya pasti turun, beliau jelas akan merugi,” kata aktifis sebuah organisasi mahasiswa dan kepemudaan ini.
