Budaya

Perlu Diteliti Penemuan Gua Memiliki Kamar

coba

14.01.2012 00:45:38 WIB

Oleh Putra Kurusetra

KEPALA Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti mengatakan penemuan gua di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, yang di dalamnya terdapat sejumlah kamar, masih harus diteliti, apakah gua itu merupakan peninggalan prasejarah atau di masa perjuangan kemerdekaan.

“Saya baru dengar informasinya soal penemuan tersebut. Tapi saya belum detil mengetahui informasi soal gua tersebut. Yang jelas, buat memastikan kondisi gua tersebut, harus dilakukan penelitian. Apakah itu peninggalan prasejarah atau di masa perjuangan kemerdekaan sebagai lokasi persembunyian,” kata Nurhadi yang dihubungi, Jumat (13/01/2012) malam.

Sebelumnya, warga Desa Ulakdabuk, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Empatlawang, dihebohkan penemuan gua di desa tersebut, beberapa hari lalu.

Mendengarkan kabar tersebut, Kamis (12/01/2012) kemarin, perangkat pemerintah desa bersama warga melakukan pembersihan muka gua di daerah perbukitan tersebut. Mereka kemudian menelusuri gua, dan didapatkan tiga ruang berbentuk kamar berukuran sekitar 4 x 4 meter. Di atasnya, terdapat batu-batu besar berukuran sekitar 15 x 12 meter.

Mulut gua itu kecil, sekitar 40 centimeter atau hanya dapat dilalalui satu orang dewasa. Gua itu menghubungkan tiga gua. Batu napal keras menutupi semua gua, yakni di dinding kiri-kanan serta bawah dan atas gua. Sampai saat ini, belum ditemukan benda-benda pusaka ataupun
peninggalan zaman prasejarah.

Menurut Kades Ulakdabuk, Mitra Jon, kepada pers, mengatakan memang ada cerita kalau di desa tersebut ada gua yang dinamakan Gua Putri. Namun, tidak satu pun warga mengetahui lokasinya.

Gua yang ditemukannya ini kemungkinan baru satu dari beberapa gua yang berada di ujung desa tersebut, atau sekitar 10 meter dari jalan pengubung Tebingtinggi-Talangpadang.

Diceritakan Mitra Jon, mereka memang mencari gua tersebut. Setelah mendapatkan beberapa petunjuk dari orang tua desa setempat, dia bersama warga membersihkan lokasi sekitar satu hektare berupa bukit bebatuan yang dipenuhi tanaman dan tumbuhan liar. Pembersihan ini dilakukan sejak Senin (09/01/2012) lalu. Sudah ditemukan tanda-tanda adanya gua, tapi mereka tidak berani masuk, sebab takut ada binatang buas.

Setelah cukup bersih, Kamis (12/01/2012) siang, baru ada warga yang berani masuk ke dalam gua tersebut. “Kemungkinan di sini banyak gua, sebab luasnya sekitar satu hektare,” katanya.

Komentar


Berita Terkait