15.02.2012 17:50:04 WIB
Oleh Putra Kurusetra
KARAKTER kepemimpinan Herman Deru di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, terkait pendidikan agama Islam memang cukup menarik. Setelah mencanangkan kabupaten itu bebas buta baca Alquran bagi umat muslimnya pada tahun 2011 lalu, pada tahun 2012 ada dua
kebijakannya yang cukup menarik perhatian.
Beberapa waktu lalu, dia melarang di kabupaten itu ada orang yang meminta sumbangan terhadap para pengendara kendaraan di jalan, buat membiayai perbaikan maupun pembangunan masjid.
“Saya haramkan hal itu terjadi di OKU Timur. Jika ada, petugas akan segera membubarkannya. Itu suatu tindakan yang kurang baik, dan memalukan umat Islam. Masih banyak cara buat mencari dana buat membangun atau memperbaiki rumah ibadah,” kata Herman Deru.
Terhadap biaya perawatan dan pembangunan masjid, Pemerintah OKU Timur sendiri telah mempunyai anggaran.
Hari ini, Selasa (14/02/2012) seusai pembukaan MTQ IV Kabupaten OKU Timur dan Festival Rebana yang digelar di Lapangan KONI Martapura, Selasa (14/02/2012), Deru mengatakan semua pejabat eselon II di lingkungan Pemkab OKU Timur, yang beragama Islam, wajib mengikuti MTQ.
“Sementara yang belum mampu membaca Alquran saat ini diwajibkan belajar,” katanya, Selasa (14/02/2012).
Tujuan dari mengikutsertakan para pejabat di lingkungan Pemkab OKU Timur ikut MTQ, kata Deru, sebagai contoh bagi masyarakat. “Biar mereka benar-benar menjadi contoh yang baik. Bukan hanya pandai menasehati masyarakat,” katanya.
Jika pejabat dan masyarakat, tentunya yang muslim, mampu membaca Alquran, maka tahap selanjutnya buat mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Alquran kian menjadi mudah, “Sebagai muslim Alquran bukan hanya panduan sukses di dunia, juga di akhirat,” kata Ketua
Ormas Nasdem Sumatera Selatan ini.
