26.01.2012 23:22:34 WIB
Sajak Marlin Dinamikanto
orang mati pun butuh tanah
dan ku tak punya tanah selain debu yang menempel di sendalku
siapa kamu
pemilik gunung hutan lembah situ rawa danau sungai
dan semesta makhluk di atasnya
tunduk oleh telunjukmu
patuh oleh kata-katamu.
orang mati pun butuh kain
dan ku tak punya kain selain celana kolor dan kaos pemilu
siapa kamu
pemilik kebun pabrik sawah ladang tambang
dan orang-orang upahan yang hidup di atasnya
selalu risau oleh maumu. Sebab maumu seperti laut
tak pernah penuh oleh ribuan sungai
orang matipun butuh uang
dan aku tak punya uang selain koin di celengan bambu
siapa kamu
peternak dolar yang terus beranak cucu
berkuasa atas apa dan siapa pun. Siapa pun
tak pernah ragu membaca maumu
yang terus mengembang
bak katak dalam tempurung waktu
sejatinya aku
hanya daunan kering tertipu angin
tak punya mau
selain patuh dan setia
mengunyah hidup apa adanya
pun sejatinya
kalau bukan tuhan
pasti kau dewa, setidaknya pemilik domba
dan seeokor anjing yang senantiasa mengawal
kawanan shaun the sheep
di semua jagat milikmu
dan akulah domba-domba shaun the sheep itu
selalu risau oleh maumu
Sebab maumu, seperti laut
tak pernah penuh oleh ribuan sungai
Jakarta, 16 Mei 2011
