25.05.2011 17:15:03 WIB
Oleh Hamzah Chairil
PARA ulama di Palembang terus menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan Rumah Sakit Siloam yang akan dilakukan oleh Pemprov Sumsel dengan manajemen Lippo, di Lapangan Parkir Stadion Bumi Sriwijaya.
Misalnya aksi penolakan para ulama yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Sumatra Selatan dan ormas Islam lainnya, dalam bentuk aksi ke DPRD Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Rabu (25/05/2011) siang. Aksi ini dipimpin K.H. Umar Said, selaku Ketua FUI Sumsel.
Aksi tanpa membawa spanduk itu, diawali dengan berbagai orasi yang dilakukan para ulama. Inti dari orasi mereka yakni menolak pembangunan RS Siloam oleh Pemprov Sumsel dengan manajemen Lippo di Lapangan Parkir Stadion Bumi Sriwijaya.
Sejumlah pimpinan dewan juga menyampaikan orasi dalam aksi tersebut. Sebagian mendukung penolakan pembangunan tersebut.
Intinya dari penolakan tersebut, mereka mengendus ada agenda lain dari pembangunan rumah sakit tersebut, bukan semata untuk bisnis pelayanan kesehatan. Sebab di Palembang ini sudah banyak terdapat rumah sakit, selain itu di lokasi tersebut tidak layak dibangun rumah sakit, lataran berada di tengah pusat keramaian.
Beberapa waktu lalu sejumlah ulama melakukan protes, dan mereka menfatwakan haram pembangunan RS Siloam di Palembang.
Atas keberatan tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin pernah melakukan dialog dengan Forum Umat Islam dan ormas Islam lainnya. Tampaknya pertemuan itu tidak memuaskan para ulama atau tuntutan mereka.
Sementara sejumlah pimpina DPRD Sumsel berjanji akan membahas tuntutan para ulama pada Kamis (26/05/2011) besok.
Ilustrasi: aksi umat muslim di palembang
