Budaya

Sebuah Dongeng dari Perkawinan Ibas-Aliya

coba

24.11.2011 20:07:06 WIB

Oleh Taufik Wijaya
Pekerja seni

PEMUDA Jawa menikahi gadis Palembang mungkin sudah menjadi peristiwa biasa. Tapi jika putra mahkotah raja Jawa menikahi putri pangeran Palembang, mungkin peristiwa yang dapat dihitung dengan jari. Salah satu peristiwa penting, di masa lalu, dan sangat memengaruhi sejarah kekuasaan di Jawa, yakni perkawinan antara Prabu Brawijaya V dengan Putri Campa, putri seorang pangeran di Palembang. Disebut Putri Campa, sebab ibunya berasal dari Campa.

Dari perkawinan ini lahirlah Raden Hasan atau Raden Fatah, yang kemudian menjadi pendiri Kerajaan Demak, yang dinilai sebagai penerus Kerajaan Majapahit.

Saat menikahi Putri Campa, Prabu Brawijaya V belum menjadi seorang raja. Bahkan berkat perjuangan putranya, Raden Hasan, baru Prabu Brawijaya V menjadi seorang raja.

Hari ini, Ibas—Edhie Baskoro Yudhoyono—sang pangeran dari keluarga Susilo Bambang Yudhoyono menikahi Aliya--Siti Ruby Aliya Rajasa—putri dari Hatta Rajasa, seorang tokoh masyarakat Palembang, yang saat ini menjadi menteri di kabinet SBY.

Perkawinan ini pun seolah sebagai tanda penyatuan Jawa-Palembang, sebab di sekitar SBY pun saat ini banyak didukung sejumlah tokoh masyarakat Palembang. Misalnya Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR
Taufiq Kiemas. Bahkan, saksi perkawinan anak mereka yakni Amien Rais, tidak asing bagi wong Palembang, sebab kakak perempuan Amien Rais yakni Fatimah Rais menikah dengan wong Palembang. Bahkan ayah kandung Amien Rais, pernah menjadi seorang guru di daerah Ogan Komering Ilir (OKI), pinggiran Palembang.

Nah, perkawinan Ibas dan Aliya ini ibarat perkawinan Prabu Brawijaya V dengan Putri Campa. Sebuah perkawinan yang kemudian melahirkan sebuah kekuatan Jawa-Melayu, yakni Kerajaan Demak, yang melanjutkan kekuasaan Sriwijaya, Majapahit di Nusantara.

Bila takdir itu berulang, maka Ibas pun pada saatnya nanti menjadi raja alias Presiden Indonesia. Namun, seperti sebuah takdir, dalam sejarah kekuasaan di Nusantara, jarang sekali seorang putra mahkota dapat menjadi raja menggantikan bapaknya. Mereka baru menjadi raja, setelah sepupu, paman, atau keponakannya, menjadi raja.

Kini, saya percaya, ketika ribuan malaikat turun di hari baik ini, hampir semua keluarga besar SBY maupun Hatta Rajasa selain mendoakan Ibas-Aliya menjadi sebuah keluarga bahagia dan diberkahi Tuhan YME, juga ada yang mendoakan Ibas pada waktunya nanti menjadi Presiden Indonesia.

Komentar


Berita Terkait