Batanghari

Sawah di Kayuagung OKI Diserang Penggang

coba

19.10.2011 20:41:24 WIB

Oleh Dewa Dewi

BARU saja melalui musim kemarau yang panjang, para petani sawah di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, harus berhadapan dengan walang sangit dan belalang kecil atau dikenal penggang.

Majemal (58), seorang petani sawah di Desa Buluh Cawag, kepada wartawan, Rabu (19/10/2011), menjelaskan sawahnya seluas satu hektare sebagian habis dimakan walang sangit dan penggang.

“Hama ini mengincar bulir padi dan batang padi, sehingga padi yang telah terkena air hujan percuma saja, karena menjadi incaran hama,” katanya. Jika tidak ada hama, sawah seluas satu hektare itu akan menghasilkan 2,5 ton padi.

“Namun saat ini dengan kondisi seperti sekarang, mungkin sangat bagus kalau menghasilkan 1 ton,” katanya.

Untuk hama walang sangit, lanjutnya, serangga ini sering mengencingi buah padi sehingga padi mati dan berwarna kehitaman seperti terbakar. Sedangkan serangga penggang mengincar buah padi muda.

Hal senada disampaikan Mat Nasir (50), petani asal Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Kota Kayuagung, dengan adanya hama serangga kepi dan penggang, produksi padi mereka merosot dibanding hasil panen yang lalu. “Hasilnya tidak seperti panen sebelumnya, sekarang jelas menurun,” terangnya.

Menanggapi serangan hama tersebut, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Celikah Kecamatan Kota Kayuagung, Zainal Abidin, mengatakan, memang saat ini hama walang sangit dan penggang sedang merebak di seluruh areal persawahan, namun hal itu masih dalam batas ambang ekonomi.

“Artinya hama-hama tersebut tidak dalam kondisi yang membahayakan terhadap panen apalagi sampai puso. Dan ini pun masih bisa ditangani oleh petani sendiri,” terangnya.

Komentar


Berita Terkait