Pemerintahan

Disangka Praktik Money Politic, Petugas Dinas Sosial Sumsel Dipukuli Massa

coba

29.09.2011 18:14:35 WIB

Oleh Putra Kurusetra

GARA-GARA dituduh melakukan praktik money politic untuk kepentingan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, delapan petugas Monitoring Eks Binaan UPTD Panti Sosial Bina Remaja Inderalaya dan UPTD Panti Sosial Karya Wanita Harapan dari Dinas Sosial Sumatera Selatan dianiaya, dan diancam akan dibunuh, oleh sekelompok massa di Desa Ngulak III, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Merasa dirugikan atas peristiwa tersebut, kedelapan petugas tersebut melapor ke Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang Kamis (29/09/2011). Pengaduan diterima dengan tanda bukti lapor NO : TBL/ 523/IX/2011/Sumsel.

Adapun ke-8 korban bernama Sofwan AB jauhari (53), Junaidi (49), Ipan (36), Hermin Iswandi (52), Edi Firmansyah (49), A Rivai (41), Darwin (30), dan Mardiansyah (28). Sedangkan dua petugas yang selamat dari kemarahan massa atau sempat melarikan diri, yakni Ismail dan Herman.

Kuasa hukum para korban, yakni Herri Mukti, SH, menjelaskan kepada pers di Mapolda Sumsel, Kamis (29/09/2011), peristiwa itu berawal pada Senin (26/09/2011), yang mana 10 petugas montoring itu dari Lubuklinggau yang hendak pulang ke Palembang. Di perjalanan, mereka singgah pada salah satu kerabat petugas monitoring di Desa Ngulak III, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, yang tengah melakukan hajatan.

Lantaran kemalaman, mereka memutuskan untuk bermalam, ”Nah, pada saat mereka salat di Masjid Taqwa, datanglah massa yang kurang lebih 300 orang. Mereka yang datang itu langsung menuduh para petugas monotoring itu akan melakukan praktik money politic. Setelah dijelaskan dan tidak mendapatkan bukti, mereka melakukan aksi kekerasan berupa pemukulan dan menelanjangi salah satu petugas. Bahkan sejumlah barang milik para petugas dirampas,” kata Herri.

Kekerasan akhirnya berhenti setelah sejumlah polisi dari Polsek Sanga Desa mengamankan mereka. Selanjutnya mereka dibawa ke kantor Panwaslu Musi Banyuasin. ”Saat diperiksa di Panwaslu Musi Banyuasin, mereka pun tidak terbukti melakukan praktik money politic, dan dipersilahkan pulang ke Palembang,” ujar Herri.

Sedangkan dari ratusan massa yang melakukan sweeping terhadap petugas monitoring, salah satu pelaku dikenali, seusai kejadian, bernama Sayuti, yang tak lain Camat Sangga Desa, warga Jalan Depati Sahil Lk 1 Kelurahan Mulak 1 Kecamatan Sangga Desa.

Komentar


Berita Terkait