11.05.2011 13:03:40 WIB
MUSIBAH kebakaran yang menghanguskan ribuan rumah warga di Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, OKI, Sumatra Selatan, menyisakan duka bagi para korban. Sebanyak 1.896 jiwa kini kehilangan tempat tinggal. Bahkan persediaan beras korban kebakaran mulai menipis.
Rumah penduduk yang dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 600 meter x 1000 meter persegi, hangus semua. Tidak ada lagi rumah yang berdiri kokoh. Semuanya rata dengan tanah dan menjadi abu.
Musibah kebakaran itu, membuat kesedihan yang mendalam bagi, Sayuti (73) orang tua dari Badrul (33) melihat hamparan rumah rata dengan tanah serta tiang-tiang rumah yang terbuat dari kayu menghitam menjadi arang. Atap seng berserakan.
Suami dari Indok Tini (50) sangat terpukul pasca kebakaran yang menimpa dirinya termasuk rumah milik 12 orang anaknya.
Kondisi ini, tak urung membuat Sayuti kelahiran Bone, Sulawesi Selatan sempat kebingungan, dimana akan mencari tempat tinggal untuk anak dan menantunya.
Yang lebih menyedihkan lagi, menurut kakek yang memiliki 50 cucu tersebut, stok sembilan bahan pokok (Sembako) seperti beras mulai menipis. Sementara bantuan yang diterima oleh anak-anaknya melalui posko bantuan belum cukup. Besar harapan Sayuti, pemerintah dan pengusaha memberikan sedikit rezekinya kepada korban kebakaran di desanya.
Kendati, Pemerintah Kabupaten OKI dan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah mengulurkan bantuan pasca kebakaran, warga desa masih sangat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak. Karena, tidak mungkin dalam waktu dekat warga bisa membangun tempat tinggal seperti semula.
”Yang jelas Pak, warga di sini sangat mengharapkan bantuan berbentuk apapun. Apalagi setelah musibah terjadi ini, anak-anak dan cucu saya tinggal di rumah kecil ini. Yang jelas saya pribadi sekarang ini telah kehabisan beras,ö kata H Sayuti yang tinggal di Desa Sungai Lumpur sejak tahun 1971 lalu sebagai petani kelapa dan kini sebagai pengusaha burung walet.
Sayuti, ketika ditanya mengenai burung walet, dia tak banyak berkomentar. Karena menurutnya, dia tak punya sangkar walet. Hanya saja, anak-anaknya yang punya dan kini habis cerita. Semua tak punya dan harus mencari dari awal pula. ôSaya tak punya Pak sangkar walet. Tapi anak-anak saya yang punya,” kata kakek yang bagian wajah sudah mulai mengkeriput.
Lebih lagi, yang diderita warga lainnya bernama Ambon Hadi (40) yang memiliki 2 unit bangunan walet yang sudah panen dan 1 unit bangunan rumah plus toko itu yang ikut terbakar, hanya berkata pasrah dan semua itu kehendak yang maha kuasa. Mau tidak mau kita harus pasrah. Hanya saja, sekarang ini yang menjadi beban orang tua dari Andria (11), tak lain istrinya Rusilah (35) yang tak sanggup menahan cobaan ini sempat mengalami depresi berat dan akan dibawa ke rumah sakit (RS) Palembang.
”Kalau saya sudah pasrah saja Pak, tapi istri saya yang tak sanggup sampai mengalami depresi berat. Sebab itu, saya datang ke SD Negeri 1 Sungailumpur ini untuk meminta keringanan dan bantuan dari pihak sekolah agar anaknya bisa diprioritaskan, karena anak saya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini belum bisa sekolah. Menjaga ibunya di kalah dibawa ke rumah sakit,” ujar Ambon. (sripo)
