Ekonomi

Penumpang Batavia Air di Palembang Terlantar

coba

03.11.2010 21:44:02 WIB

SEBANYAK 144 penumpang Batavia Air di Bandara SMB II, Palembang, Rabu (03/11/2010) terlantar hingga empat jam. Baru pukul 20.00, penumpang tahu pesawat Batavia Air Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan 518 jurusan Palembang-Batam batal terbang, setelah mengalami kerusakan di bagian Plamp pada sayap kiri dan kanan pesawat.

Menurut Santi, salah satu penumpang Batavia Air, kepada pers, mereka merasa kecewa karena seharusnya pesawat boarding pada pukul 15.35 hingga malam ini mereka tidak diberangkatkan.

"Sudah beli tiket mahal-mahal, tapi batal berangkat. Barang bawaan yang ada bakal basi dan busuk, karena aku bawa pempek untuk keluarga di Batam,” tutur Santi sambil mengerutuk.

Mereka juga tidak terima, karena pergantian yang diberikan pihak Batavia Air tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. “Hanya diganti Rp 50 ribu untuk ongkos pulang per tiket. Karena aku pulang di Plaju, aku minta ganti ongkos untuk pulang dan ke sini lagi. Kan tidak jelas besok berangkat jam berapa,” tambahnya.

Menurut Curieng Hariyadi Distrik Manager Batavia Air Palembang, kepada pers di Palembang, kerusakan yang terjadi pada plamp sayap kanan dan kiri pesawat akan segera diperbaiki, tetapi perbaikan membutuhkan waktu yang cukup lama karena bantuan rem pada sayap pesawat tidak mau terbuka.

Paling tidak untuk perbaikan membutuhkan waktu tiga jam, dan alat yang dibutuhkan sekarang masih diambil ke Jakarta. "Atas kejadian ini, seluruh penumpang yang berasal dari luar Palembang telah kita bawa ke Hotel Sandjaja menggunakan tiga unit bus yang kita carter. Sedangkan untuk penumpang yang akan kembali kerumahnya kita ganti ongkos sesuai dengan kode booking penumpang,” tutur Curieng.

Setelah bus berangkat menuju hotel, beberapa penumpang masih berada di Bandara International Badaruddin II. Mereka masih belum menerima dan tetap menuntut pihak Batavia Air. Setelah beberapa kali dijelaskan pihak Batavia Air, akhirnya beberapa penumpang mengerti dan pulang ke rumah masing-masing.

Foto: Ilustrasi

Komentar


Berita Terkait