Ekonomi

Optimalkan Sungai Musi, Jembatan Ampera Dirobohkan?

coba

07.10.2010 16:27:14 WIB

JIKA nilai ekonomis sungai Musi akan optimal, tampaknya keberadaan jembatan Ampera yang melintas di kota Palembang harus dipertimbangkan lagi. Sebab keberadaan jembatan yang dibangun tahun 1964 itu sangat menganggu aktifitas angkutan kapal dengan ukuran besar di sungai Musi.

"Bayangkan ukuran antartiang jembatan Ampera itu hanya 30 meter, sehingga sebuah tongkang yang lebarnya sekitar 20 meter harus melintasinya, sehingga tak heran sering terjadi kecelakaan berupa tongkang menabrak tiang jembatan Ampera," kata Adpel (Administratur Pelabuhan) Palembang Sugiyono, di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Kamis (07/10/2010).

Selain itu, jembatan Ampera juga letaknya di tikungan sungai sehingga arusnya cukup sulit dilalui.

Apa perlu jembatan Ampera dirobohkan? "Saya tidak mengatakan demikian, tapi keberadaannya perlu dipertimbangkan jika sungai Musi mau dioptimalkan," katanya.

Meskipun tidak mengatakan bahwa jembatan yang dibangunan atas biaya papasan perang dari pemerintah Jepang itu harus dibongkar, menurut Sugiyono, sebaiknya jarak tiang jembatan yang melintasi sungai Musi minimal 40 meter. "Saya usul jarak itu pada rencana pembangunan jembatan Musi III. Kalau lebar, kapal atau tongkang besar akan dapat melintas dengan lancar," katanya.

Dampaknya ekonomisnya, kapal-kapal besar atau tongkang dengan ukuran besar akan dapat masuk lebih dalam ke sungai Musi, sehingga sungai Musi benar-benar termanfaatkan.

Komentar


Berita Terkait