Ekonomi

Investor Dubai Lirik Sumsel

coba

22.10.2010 21:02:23 WIB

Dua perusahaan investasi, Salam Investments dan MAS ClearSight Investment Bank dari Dubai menunjukkan keseriusan berinvestasi di Indonesia. Sebanyak US$500 juta disiapkan untuk Sumsel.

Hal itu disampaikan Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran kepada detikfinance, Jumat (22/10/2010).

Vice President Salam Investments Abdelhakim Mosleh dan Senior Vice President MAS ClearSight Investment Bank Mujtaba Sarfaraz telah melakukan kunjungan bisnis ke Palembang pada 11-12/10/2010 dan Jakarta pada 13/10/2010.

"Ini sebagai hasil pendekatan Konsulat Jenderal RI di Dubai. Mereka berminat investasi di sektor pertambangan batubara dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap," ujar Mansyur, yang mendampingi langsung dua investor itu bersama Konsul Ekonomi Dede Achmad Rifai.

Lanjut Mansyur, kunjungan ini difasilitasi oleh KJRI di Dubai bekerjasama dengan Kemlu RI dan Pemprov Sumatera Selatan terkait dengan penyelenggaraan Indonesia – Middle East Update 2010 di Palembang.

Di Palembang, Mosleh dan Sarfaraz diterima oleh Kepala BKPMD Sumatera Selatan didampingi oleh para pejabat dari instansi dan perusahaan di bidang pertambangan batubara dan pembangkit listrik.

"Mereka mendapatkan informasi komprehensif terkait investasi di sektor tambang batubara dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap, termasuk aspek perijinan, lokasi tambang batubara dan PLTU, dan infrastruktur pendukung investasi," terang Mansyur.

Selepas dari Palembang dilanjutkan kunjungan ke Jakarta untuk melakukan pertemuan informal dengan pejabat BKPM di paviliun BKPM pada Trade Expo Indonesia dan pertemuan dengan pejabat Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kantor Pusat Jl. Trunojoyo, Jakarta.

Menurut Mansyur, kedua investor mendapat penjelasan tentang prosedur pemberian izin investasi asing di Indonesia. Izin ini diberikan setelah selesainya proses perizinan di daerah.

Sementara pejabat PLN memaparkan mengenai fasilitas yang diberikan pemerintah kepada investor asing, yang berminat membangun pembangkit listrik berupa jaminan pembelian listrik dan pembebasan tanah.

Untuk menindaklanjuti pertemuan Palembang dan Jakarta, Mosleh dan Sarfaraz meminta data developer Indonesia, yang dapat dijadikan mitra dalam pembangunan dan pengelolaan tambang batubara maupun PLTU di Sumatera Selatan.

"Kedua perusahaan Dubai tersebut kini telah mengajukan locking agrement untuk memastikan kesungguhan atas proyek yang ditawarkan di Sumatera Selatan," demikian Mansyur. (detik.com)

Komentar


Berita Terkait