Pemerintahan

Jadi Kota International yang Berbudaya

coba

12.01.2010 19:49:20 WIB

Oleh SUMARDONI

PALEMBANG memang akan dikembangkan kembali sebagai kota international di era modern ini. Tapi, sebagai kota international diharapkan Palembang juga menjadi kota yang berbudaya atau tidak tercerabut dari nilai-nilai budayanya.

"Kota international ini tentunya menjadikan masyarakat Palembang menjadi sejahtera dan berpengetahuan, tapi hendaknya tidak meninggalkan akar budaya luhur wong Palembang," kata Wakil Walikota Palembang Romi Herton saat memberikan pandangan ketika dilakukan Rapat Pengurus Paguyuban Kesenian dan Kebudayaan Palembang, di kantor pemerintah Palembang, Jalan Merdeka, Palembang, Selasa (12/01/2010).

Menurut Romi, para pekerja seni yang tergabung dalam organisasi tersebut, diharapkan mampu menggali, menghidupkan kembali, serta mempertahankan budaya luhur wong Palembang, "Sehingga tidak kehilangan identitas di saat arus global menghidupi Palembang sebagai kota international," kata Ketua Umum Paguyuban Kesenian dan Kebudayaan Palembang ini.

Sementara Azhari Said, selaku wakil ketua mengatakan begitu banyak seni-budaya Palembang yang saat ini telah hilang atau termakan jaman, padahal seni budaya itu telah memberikan warna yang mulia bagi kebudayaan Palembang. "Terutama seni budaya yang berbasis pada ajaran Islam," katanya.

Beberapa pengurus dari paguyuban ini antara lain Suharno Manap, Indrajaya, Rapanie Igama, Anna Komari, Bambang Gunawan, Saleh Umar, Idris Salim, dan Hepranto.

Komentar


Berita Terkait