05.12.2010 01:28:59 WIB
HIDUP yang tidak sehat akibat kemiskinan, serta rusaknya lingkungan hidup sebagai dampak dari eksploitasi sumber daya alam dan polusi industri, membuat banyak muslim di Sumatra Selatan mengalami sakit. Mulai dari sakit ringan hingga sakit berat. Akibat kemiskinan itu pula, mereka tidak mampu berobat atau menyembuhkan diri. Apalagi saat ini biaya pengobatan sangat tinggi.
Kondisi ini cukup ironi, sebab dalam ajaran Islam kesehatan merupakan hal yang utama. Bahkan dapat dikatakan seorang muslim yang bertaqwa maka tubuh dan jiwanya akan sehat. Sebab setidaknya ada 25 tuntunan Rasulullah Saw agar setiap muslim menjadi sehat. Mulai dari bersuci, bercebok, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sunat atau khitan, hingga larangan mengonsumsi babi yang mengandung banyak penyakit.
Meskipun begitu, biarpun muslim lalai menjaga kesehatannya atau memang sakit lantaran usia, Rasulullah Saw menyerukan dan menjamin adanya pahala yang besar dari Allah Swt kepada muslim yang membantu atau membesuk sesama muslim yang mengalami sakit. Seperti diriwayatkan Abu Hurairah. Tulisnya, Rasulullah Saw bersabda, ”Pada hari kiamat nanti, Allah berkata: Anak Adam, Aku pernah sakit dan kamu tidak membesuk-Ku. Mereka menjawab: Ya Allah, bagaimanan saya dapat membesuk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan alam semesta. Allah berkata: Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku Fulan jatuh sakit dan kamu tidak membesuknya. Tidakkah kamu tahu, jika kamu membesuknya kamu pasti menemukan-Ku disisinya (HR.Muslim).
Atau dalam riwayat lain, yang disaksikan Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Katanya, Rasulullah Saw bersabda,“Allah pasti melindungi orang yang rajin membantu muslim lain dengan tujuh puluh lima ribu malaikat yang selalu mendoakannya. Selain itu, dia juga dicurahi rahmat hingga tugasnya selesai. Setelah selesai, Allah pasti akan mencatat untuknya pahala haji dan umrah. Allah juga akan menaungi orang yang membesuk orang sakit dengan tujuh puluh lima ribu malaikat. Setiap langkahnya dicatat satu satu kebaikan, dihapus satu kesalahan, dan derajatnya diangkat hingga dia duduk kembali. Ketika dia duduk, rahmat Allah senantiasa meliputinya. Semua itu terus terjadi hingga dia kembali ke rumahnya (HR. ath-Thabrani).
Sebenarnya banyak lagi sabda Rasulullah Saw mengenai pahala atau kebaikan yang diterima dari Allah apabila membesuk dan membantu orang sakit.
Dari kesadaran di atas, Ahmad Muslim, seorang warga di Bukitkecil Palembang, menilai program berobat gratis yang dicanangkan pemerintah Sumatra Selatan dalam kepemimpinan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf, merupakan ibadah semua masyarakat Sumatra Selatan. Sehingga program tersebut jangan dilihat sebagai tanggungjawab pemerintah semata, juga semua masyarakat Sumatra Selatan yang sehat dan mampu untuk membantu mereka yang sakit.
“Program berobat gratis itu semacam pengingat bagi kita sebagai muslim bahwa membantu orang sakit merupakan kewajiban sebagai muslim yang menetap dan hidup di Sumatra Selatan,” kata sarjana ekonomi yang menafkahi keluarganya dengan berdagang makanan kecil di sekitar Jalan Radial Palembang.
Sebagai warga negara Indonesia pernyataan Ahmad Muslim itu tidak berlebihan, sebab sama seperti persoalan pendidikan, persoalan kesehatan, yang sangat menjadi perhatian ajaran Islam, juga merupakan bagian hak-hak dasar dari hak-hak manusia (HAM) yang banyak menjadi dasar hukum dan bernegara sejumlah bangsa di dunia.
Hidup Sehat Tuntunan Rasulullah
Berbeda dengan program pendidikan gratis, ada juga warga Sumatra Selatan justru mengharapkan program berobat gratis hanya berjalan sekitar 10-15 tahun ke depan. Sebab jika ekonomi membaik, lingkungan hidup terjaga, maka kehidupan masyarakat Sumatra Selatan akan cenderung menjadi sehat.
“Sebenarnya kalau kita mengalami kesulitan karena sakit merupakan kabar yang kurang enak. Apalagi sakit bukan karena usia, ya, itu menunjukkan kehidupan kita kurang baik. Sakit itu bukan karena hidup miskin, orang kaya juga banyak penyakitnya kalau kehidupannya tidak sehat. Jadi saya berharap program ini hanya berlangsung maksimal 15 tahun ke depan. Semoga Sumatra Selatan menjadi makmur sehingga tidak banyak lagi yang sakit atau mereka mampu berobat sendiri,” ujar Syarif, warga Sei-Batang, Palembang.
Namun, ada juga yang berpendapat sebaiknya program berobat gratis ini menjadi ciri dari pemerintahan di Sumatra Selatan, termasuk pula Indonesia.
“Sejak jaman nabi (Muhammad Saw, red) sudah ada orang susah atau miskin. Jadi tidak mungkin, ke depan, semakmur apa pun Sumatra Selatan, tidak ada orang miskin. Nah, orang miskin itu kan pasti ada yang sakit. Lantaran mereka tidak mampu berobat, jelas mereka perlu adanya pengobatan gratis,” kata Makmur, warga Sekojo, Palembang.
Bahkan, menurut Makmur, sebaiknya program berobat gratis ini bukan hanya dilakukan pemerintah, juga masyarakat. Baik melalui perorangan, kelompok, maupun organisasi.
“Saya senang sekali ada sejumlah politisi melakukan pengobatan gratis. Tapi khendaknya program mereka itu sifatnya tidak sesaat, tapi kontinyu selama mereka memiliki kemampuan,” kata Mahmud.
Terlepas pro-kontra soal keberlangsungan program berobat gratis ke depan, yang dijalankan pemerintahan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf di Sumatra Selatan, tampaknya hidup sehat merupakan harapan dan keinginan setiap muslim maupun nonmuslim di Sumatra Selatan.
Dan sebenarnya hidup menjadi sehat itu, tidak harus mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan rupiah buat bertanya dengan dokter, jika kita mengikuti pola hidup dan saran yang disampaikan Rasulullah Saw.
Seperti disebutkan di atas, minimal ada 25 tuntunan Rasulullah Saw agar setiap muslim menjadi sehat. Adapun ke-25 tuntunan tersebut yakni:
1. Cara bersuci yang diajarkan Rasullullah Saw
2. Cara berwudhu, membasuh anggota badan yang biasanya tampak
3. Kewajiban bercebok dan memegang kemaluan (harus) dengan tangan kiri
4. Larangan kencing di kolam air yang tergenang
5. Sunah untuk berkhitan yaitu memotong khulub bagi laki-laki dan memotong sebagian ”labia minora” yang memanjang bagi perempuan.
6. Perintah memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan kemaluan
7. Kewajiban mandi selepas bertubuh
8. Keharusan membersihkan rumah dan halaman
9. Contoh dalam gerakan-gerakan shalat fardhu dan tahajud
10. Ibadah Shaum di bulan Ramadahan dan shaum sunah
11. Tuntunan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka
12. Larangan makan-minum sambil berdiri, berbaring, dan bersandar, serta aturan minum dan lain-lainnya.
13. Keharusan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
14. Larangan makan sampai terlalu kenyang dan tidur selepas makan
15. Diharamkan bangkai, darah, babi, sembelihan untuk berhala, khamar baik basah maupun kering.
16. Dimakruhkan hewan buas.
17. Anjuran melihat warna-warna hijau.
18. Larangan memasuki dan keluar negeri ketika berjangkit penyakit menular
19. Larangan menyatukan hewan yang sakit dan hewan yang sehat
20. Larangan mencukur bulu alis, mencacah (mentato) dan memotong atau mengikir gigi.
21. Larangan berobat dengan barang haram.
22. Anjuran memberikan harapan kepada seorang penderita
23. Disebutkan madu sebagai obat dalam Alquran dan hadist Rasulullah Saw
24. Disebutkan kurma yang tumbuh ditanah berbatu hitam sebagai obat dalam hadist Rasulullah Saw.
25. Makanan yang dimakan ketika masih panas itu kurang berkat dan lainnya.
Bila mengikuti tuntunan Rasulullah Saw itu, tentunya beserta niat dan doanya, insyaallah hidup manusia akan sehat secara jasmani dan rohani. Tuntunan ini berlaku bagi orang miskin maupun kaya, sebab Rasulullah Saw tidak pernah bersabda bahwa hidup yang sehat itu yakni mengonsumsi makanan yang lezat dan mahal, dan ditunjang berbagai fasilitas mewah, atau dilayani banyak pembantu.
Selain itu, mengikuti tuntunan Rasulullah Saw sama saja kita mendapatkan pelajaran mengenai kesehatan dari Allah Swt, seperti dalam firmanNya surat Yunus ayat 57, yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Dan semoga mereka yang telah membantu seseorang menjadi baik atau menghindari dari keburukan, seperti membantu orang sakit atau mencegah seseorang berpenyakitan, merupakan orang-orang yang beruntung di mata Allah, seperti firmanNya pada surat Ali Imran ayat 104, yang artinya, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (ACW)
Foto: indonesiaberprestasi.web.id
