12.03.2010 18:37:51 WIB
Pengurus Persatuan Islam Tauhid Indonesia (PITI) Sumsel saat ini melakukan pendataan warga muslim Tionghoa yang tersebar di Sumsel, yang diperkirakan jumlahnya mencapai angkan 4.000 orang lebih. Pendataan ini dilakukan untuk konsolidasi dan pembinaan tauhid sehingga dalam pengamalan syariat Islam benar-benar dilakukan secara benar dan bebas dari pengaruh agama sebelumnya.
Herwansyah MAg, pengurus PITI dari kalangan intelektual kepada Sripo, Jumat (12/03/2010) mengatakan, di PITI saat ini sudah terdaftar 1.065 warga muslim Tionghua, lengkap dengan alamat dan status. Sementara, berdasarkan data dari Kanwil Kementerian Agama Sumsel dan Kantor Kementerian Agama Kota Palembang serta kabupaten di Sumsel terdapat 4.000 warga muslim Tionghua. “Keberadaan mereka ini sulit dilacak lantaran sering berpindah alamat,” katanya seperti dikutip Sriwijaya Post.
Sulitnya pendataan warga muslim Tionghua terjadi lantaran saat masuk Islam, sebagian mengikrarkan kalimat syahadat di masjid dan kantor agama dan kepada tokoh masyarakat (ulama). “PITI terkadang dapat informasi
dari Kementerian agama ada warga Tionghua masuk Islam,” katanya.
Bagi warga Tionghua yang masuk Islam di Masjid Cheng Ho di bawah pengelolaan PITI Sumsel, para muallaf diberikan sertifikat (ijazah) sebagai bukti dan kepentingan administratif bagi bersangkutan sekaligus masuk dalam database PITI Sumsel.
Dari sisi pembinaan, ungkap Herwansyah, Masjid Cheng Ho menggelar berbagai kegiatan pembinaan pengajian dan bimbingan ibadah (fiqh). “Para muallaf tidak hanya diajarkan mengaji, tetapi diajarkan cara shalat, berwuudhu dan tauhid sehingga menjadi muslim yang benar,” katanya. “Kalau mereka tidak sempat ke masjid Cheng Ho karena kesibukan, kita kirim guru je rumahnya,” kata Herwansyah.
Ketua PITI Sumsel H Akhmad Affandy mengaku bersyukur karena hampir setiap jumat, banyak warga Tionghua secara dan pasti menjadi muallaf, terlebih sejak Masjid Cheng Ho telah didirikan sehingga kegiatan dakwah sangat terasa dan menjadi tempat rujukan bagi warga Tionghua. “Kalau dahulu mungkin teman-teman ragu masuk ke Masjid, tetapi dengan ada Cheng Ho warga Tionghua mulai merapat,” katanya.
Kepada warga muslim Tionghua, ungkap Akhmad Affandy, baik di Sumsel khususnya di Palembang untuk membaur bersama warga muslim lainnya dan terlibat aktif dalam pembangunan di Sumsel sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. “PITI mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang telah mau dan bersedia membantu PITI di segela kegiatan,” katanya.
Foto: http://ayahaan.wordpress.com
