Pendidikan

Amran Halim Tak Mau Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

coba

13.06.2009 16:14:23 WIB

Amran Halim Tak Mau Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Oleh YASIR AMRI

PAKAR Bahasa Indonesia, Prof. Dr. Amran Halim, yang berpulang pada pukul 11.45 Sabtu (13/06/2009) siang tadi. Ternyata tidak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Almarhum ingin dimakamkan di pemakaman umum Puncak Sekuning Palembang.

“Beliau saat masik hidup berpesan, ingin tetap di Puncak Sekuning dekat ibu,” kata Prida, anak tertua almarhum yang baru tiba dari Belanda, kepada pers, di rumah duka, Sabtu (13/06/2009), Perumahan Taman Istana, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, menanggapi usulan sejumlah kerabat agar almarhum dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, karena semasa hidupnya mendapat bintang gerilya.
Liang kubur tempat pemakaman itu sudah disiapkan sejak tahun 1998, di sisi istri pertama almarhum Hajah Rosaniyang.
Di rumah duka, sejak siang tadi, hadir sejumlah budayawan, seniman, pejabat, politisi, dan para akademisi, seperti Djohan Hanafiah, Ismail Djalili, Nurhasan, Sekdaprov Sumsel Musyrif Suwardi,Kadis Koperasi dan UKM Sumsel Abdul Shobur, Kadis Pendidikan Nasional Sumsel Ade Karyana , Pembantu Rektor IV Unsri dr RHA Hamid Rasyid, dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel Syaiful Islam.
Sebelum meninggaldunia Amran Halim menjabat Kakwarda Pramuka Sumsel.

Komentar


Berita Terkait