22.12.2009 12:34:12 WIB
Oleh RINIZAH
Royal Philips Electronics mengumumkan dukungannya terhadap upaya global mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim, dengan mengajak seluruh pemimpin daerah dan perkotaan bersama-sama untuk menyelaraskan proyek pembangunan infratruktur dan renovasi bangunan yang berkelanjutan sebagai bagian dari aksi peduli terhadap perubahan iklim.
Seperti siaran pers kepada beritamusi.com, Selasa (22/12/2009), Philips juga menjalin kerjasama dengan World Green Building Council (World GBC) yang secara bersama berkomitmen untuk meningkatkan perkotaan yang hemat energi hingga 40% sepuluh tahun mendatang.
Philips menampik bahwa saat ini tingkat rata-rata pengerjaan renovasi infrastruktur berdasarkan teknologi bangunan dari era tahun 60-an bahkan sebelumnya sangatlah minim. Misalnya saja untuk pencahayaan perkantoran hanya sekitar 6-7% per tahun, sedang pencahayaan kota sekitar 3%.
“Dengan laju saat ini, manfaat-manfaat dari teknkologi terkini yang mampu meningkatkan kualitas hidup seperti lingkungan dan ekonomi akan memakan waktu selama 30 tahun untuk dapat dinikmati,” kata Marc de Jong, CEO Professional Luminaires, Philips Lighting.
Lebih dari setengah populasi dunia saat ini tinggal di perkotaan dan mengkonsumsi 70% dari total konsumsi energi global. Lebih dari 50% perkotaan tersebut menghabiskan energinya untuk konsumsi pencahayaan. Pembangunan gedung yang hemat energi dapat mengurangi karbondioksida lebih banyak dibanding dengan emisi dari sektor transportasi. Di waktu yang sama, pengukuran biaya penghematan energi terkadang melebihi estimasi.
“Sektor bisnis mampu menghadirkan teknologi-teknologi dan solusi finansial, sekaligus meningkatkan kesadaran secara global. Teknologi efisien untuk semua segmen saat ini telah tersedia, namun satu hal yang tidak bisa kita tunda adalah langkah penerapannya,” tambahnya.
