01.10.2009 17:08:52 WIB
Oleh SUMARDONI
GEMPA bumi 7,6 SR skala Richter yang melanda Sumatera Barat telah mengakibatkan kerusakan pada Kantor Pelayanan Telkomsel GraPARI dan Gedung Telkomsel Telecommunication Center (TTC), serta mengakibatkan terganggunya jaringan Telkomsel di Padang dan sekitarnya.
Penanganan paska gempa terus dilakukan secara intensif terhadap seluruh elemen seperti perangkat catudaya, sentral Mobile Switching Center (MSC), Base Station Center (BSC), Base Transceiver Station (BTS), serta link transmisi. Bahkan pagi ini Telkomsel menerbangkan tim khusus dari Jakarta untuk mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi sekaligus membawa suku cadang yang diterbangkan secara khusus dengan pesawat carteran.
Di sela-sela peninjauan GraPARI dan Gedung TTC di Padang, GM Corporate Communications Telkomsel Azis Fuedi, Kamis (01/10/2009), mengatakan, “Kami ikut prihatin dan berempati atas akibat musibah ini. Untuk itu seiring melakukan percepatan pemulihan fasilitas telekomunikasi selular, kami juga memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar. Saat ini layanan Telkomsel normal melayani kota Padang, hanya saja belum optimal karena begitu tingginya kebutuhan komunikasi yang mengakibatkan tingginya trafik komunikasi sehingga overload. Untuk itu kami harapkan pelanggan bisa menggunakan SMS atau chatting sebagai alternatif.”
“Berbagai upaya telah kami lakukan seperti penyediaan catu daya dengan genset mobile dan pemulihan link transmisi, serta migrasi Home Location Register (HLR) Padang ke HLR Palembang, Pematang Siantar, dan Jakarta. Di samping itu untuk optimalisasi layanan juga dilakukan koordinasi intensif dengan BMG, PLN, dan Telkom,” tambah Azis.
Penyebab gangguan yang terbesar adalah akibat terputusnya pasokan catudaya, link transmisi dan overload trafik komunikasi. Telkomsel mempunyai 539 site BTS di Sumatera Barat, di mana 132 site BTS di antaranya berada di Padang dan sekitarnya. Seiring normalnya kembali di inner city Padang, Telkomsel kini mempercepat pemulihan jaringannya di outer Padang seperti di wilayah Pariaman, sedangkan untuk wilayah Bukitinggi juga normal hanya overload saja.
Seiring rusaknya GraPARI kantor pelayanan Telkomsel yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Telkomsel akan membuka pusat pelayanan pelanggan di halaman kantor GraPARI yang rusak tersebut.
“Untuk penanganan pemulihan pelayanan pelanggan, akan dilakukan dalam 2 tahap, yakni penanganan segera dan penanganan lanjutan,” tegas Azis.
Penanganan Segera meliputi catuan daya, software dan hardware yang ditujukan agar secepat mungkin dan sebanyak mungkin pelanggan dapat normal berkomunikasi. Dengan semakin banyaknya BTS dan BSC yang kembali beroperasi diharapkan dapat memperluas cakupan sekaligus menambah kapasitas handling trafik komunikasi.
Penanganan Lanjutan adalah optimalisasi layanan dengan mengamankan performansi BTS yang beroperasi normal melalui pengecekan rutin fisik infrastruktur, melengkapi BTS dengan genset dan baterai yang bagus, optimalisasi BTS, serta berkoordinasi dengan PLN terkait catuan listrik dan BMG (info cuaca). Dan bila situasi sudah normal kembali dilakukan perbaikan sarana perkantoran dan pelayanan pelanggan.
“Seiring dengan pemulihan jaringan, Telkomsel juga membuka posko peduli berupa posko kesehatan dan dapur umum di 2 lokasi, yakni di Pariaman dan Padang. Untuk itu Telkomsel bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia (RZI) dan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Di samping itu, hari ini Telkomsel juga telah mengirim bantuan 1.000 paket darurat berisi selimut, sarung, handuk, sandal, serta lampu petromaks,” ungkap Azis.
“Telkomsel juga akan membuka layanan SMS Peduli yang ingin memberikan sumbangan bagi para korban bencana gempa bumi di Sumbar,” pungkas Azis.
