17.05.2011 21:31:44 WIB
Oleh Hamzah Chairil
PERNYATAAN dari pihak manajemen Sriwijaya FC bahwa di musim depan, Laskar Wong Kito akan bermaterikan pemain lokal sebagai dampak hilangnya suntikan dana dari APBD, dinilai sebagai pernyataan yang tidak menunjukkan semangat “Sriwijaya”.
“Pernyataan itu seolah hanya pemain asing yang diperlukan Sriwijaya FC buat meraih prestasi. Itu pernyataan yang tidak menunjukkan spirit kerajaan Sriwijaya. Itu menunjukkan pihak manajemen tidak memiliki roh sepakbola dan kebesaran kerajaan Sriwijaya sesungguhnya,” kata David, seorang suporter Sriwijaya FC, menanggapi pernyataan manajemen Sriwijaya FC tersebut, Selasa (17/05/2011).
Seharusnya, apa pun kondisinya, Sriwijaya FC memang harus mengutamakan pemain lokal. “Seolah pernyataan itu menunjukkan kalau Sriwijaya FC kaya beli pemain asing, dan kalau miskin beli pemain lokal. Itu jelas sekali bahwa dana besar yang disuntikan ke Sriwijaya FC hanya dinikmati orang asing bukan lokal,” sambungnya.
Menurut David, yang seharusnya dipikirkan Sriwijaya FC bagaimana kalau membuat sebuah tim yang bermain menarik dan berprestasi. “Dapat saja di awalnya tidak banyak meraih kemenangan, tapi tim itu menjanjikan di masa mendatang. Pemain lokal atau pemain asing bukan persoalan bagi kami sebagai suporter, yang penting menang dan bermain menarik. Jelasnya Sriwijaya FC butuh prestasi bukan kumpulan pemain mahal atau pemain asing,” tambahnya.
