28.03.2011 22:06:05 WIB
IBADAH merupakan segala tindakan yang diridai Allah SWT. Dalam menjalankan ibadah itu, Allah SWT memerintahkan manusia untuk saling menolong. Tindakan ini misalnya membantu usaha yang dijalankan kaum miskin.
“Tolong-menolonglah kalian di dalam kebajikan dan ketaqwaan dan jangan kalian tolong-menolong di dalam perbuatan dosa dan permusuhan." (Al-Maidah: 3)
Perintah Allah SWT itu dipertegas oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, "Barangsiapa melepaskan saudaranya dari kesulitan di dunia, niscaya Allah akan melepaskannya dari kesulitan-kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa memberikan kemudahan bagi saudaranya yang mendapatkan kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Serta barangsiapa menyembunyikan aib saudaranya, maka Allah akan menyembunyikan aibnya di dunia dan akhirat. Pertolongan Allah selalu menyertai seorang hamba, selama hamba itu menolong saudaranya."
Perintah Allah SWT itu tampaknya menjadi salah satu pijakan kepemimpinan Alex Noerdin-Eddy Yusuf di Sumatra Selatan. Salah satunya perhatian mereka terhadap usaha kecil yang dikembangkan masyarakat Sumatera Selatan.
Perhatian ini tentunya berupa dukungan yang kuat terhadap mereka yang berjihad kepada Allah SWT guna menghidupi keluarganya, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, "Barangsiapa bekerja untuk anak isterinya melalui jalan yang halal, maka bagi mereka pahala seperti orang yang berjihad di jalan Allah." (Riwayat Al- Bukhari).
Perhatian yang lebih terhadap masyarakat Sumatera Selatan buat mandiri secara ekonomi ini, bukan hanya ditunjukkan Alex Noerdin sebagai Gubernur Sumatera Selatan, dia pun didukung putranya Dodi Reza.
Allah Maha Kaya, Manusia Berhak Kaya
“Allah SWT maha kaya, maka setiap manusia berhak meraih kekayaan dariNya,” tampaknya kalimat itu akan disampaikan Dodi Reza dalam berbagai tindakannya untuk mengembangkan berbagai usaha yang dilakoni masyarakat kecil di Sumatera Selatan. Hal ini tercermin dalam firman Allah, “Hai manusia kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha terpuji" (Q.S. Fathir,35: 15)
Dodi bersama Yayasan Pusat Bisnis Aplikasi Sains dan Teknologi (PBAST), melakukan berbagai pelatihan usaha untuk mengentaskan kemiskinan dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Contohnya pelatihan budidaya udang lobster.
Bahkan Ketua Pembina Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), saat menjadi Ketua HIPMI Sumsel pada 2007- 2010, telah memberikan kredit tanpa agunan kepada para pengusaha kecil, bekerja sama dengan Bank Bukopin, yang hampir mencapai Rp1 miliar. Kemudian enterpreneur goes to campus yang bertujuan menciptakan organisator yang tangguh sekaligus mencetak pebisnis yang berwawasan dan andal. Selain itu, dia pernah melaksanakan program pemberian subsidi 30 ton minyak goreng di 15 kabupaten dan kota di Sumsel.
Terhadap nasib para petani Dodi juga menunjukkan sikap yang sangat peduli. Misalnya melakukan pelatihan dan membuka akses penjualan produk pertanian melalui koperasi. “Sebagian besar koperasi di Sumatera Selatan bergerak di bidang perkebunan dan pertanian, anggotanya juga bekerja di sektor tersebut. Pembinaan koperasi dan anggotanya tentu menjadi perisai dari serbuan produk-produk manufaktur Cina,” kata Dodi.
Sikap peduli Dodi ini juga ditunjukkannya dengan mengajak perusahaan-perusahaan di Suamtera Selatan agar membantu masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Perusahaan butuh keseimbangan antara profit (keuntungan), people (kesejahteraan masyarakat), dan planet (kelestarian lingkungan) untuk kelangsungan perusahaan tersebut. Ketiga dasar inilah yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan,” terang Dodi.
Perhatian pengembangan ekonomi masyarakat Sumsel, yang ditunjukkan Dodi bukan hanya terhadap kaum miskin kota, nelayan, mahasiswa, pengusaha kecil, petani, juga pengelola pesentren.
Dodi tidak sedikit membantu berbagai usaha yang dijalankan pondok pesantren di Sumatera Selatan. Misalnya usaha minyak goreng yang sudah berproduksi di salah satu pesantren. (abdurachman cw)
