Peristiwa

Alfred Memberi Wasiat Penghargaan Nobel

coba

27.11.2009 09:00:13 WIB

Oleh YASIR AMRI

Alfred Nobel awalnya membangun jembatan dan bangunan. Kendala dalam proses pembangunan untuk meledakkan batu menjadi percobaannya. Dengan berbagai macam cara, percobaannya meledakan batu menemukan dinamit. Seperti awal niat percobaannya, penemuan dinamit itu membantu mengurangi kerugian banyak pekerjaan konstruksi seperti pemboran saluran, peledakan batu, pembangunan jembatan, dan sebagainya.

Dinamit dan sumbat detonator laku dalam industri pembangunan. Karena itu, pria yang lahir pada 21 Oktober 1833 di Stockholm, Swedia bisa membangun pabrik di 90 tempat berbeda. Dia tinggal di Paris tapi sering bepergian ke pabrik-pabriknya di lebih dari 20 negara. Dia pun membuat percobaan lainnya sampai kematiannya pada tahun 1896, ia telah mendapatkan 355 paten. Dia pun pernah digambarkan sebagai “pengembara terkaya Eropa”.

Dalam perjalanannya, dinamit dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang merusak. Alfred terkejut. Perksahabatannya dengan Bertha Kinsky von Chinic und Tettau, yang pernah menjadi sekertarisnya, juga membuat kesan dalam untuk Alfred. Berthapun aktif dalam pergerakan perdamaian. Ia menulis buku Buanglah Senjatamu.

Keterkejutan Alfred atas penemuannya dinamit yang digunakan untuk tujuan-jutuan meruask itu membuat dirinya menandatangani wasiat di Swedish-Norwegian Club di Paris pada tanggal 27 November 1895. Dalam surat wasiat dan testamen terakhirnya, ia menulis bahwa banyak dari kekayaannya bisa dipakai memberi penghargaan Nobel kepada yang telah melakukan usaha kemanusiaan di bidang fisika, kimia, sastra, perdamaian, fisiologi dan obat-obatan.

Alfred meninggal di San Remo, Italia pada 10 Desember 1896. Tak semua orang menyukai hal ini. Surat wasiatnya ditentang sanaknya dan dipersoalkan pihak berwenang di sejumlah negara, dan memakan empat tahun bagi pengawasnya meyakinkan semua pihak untuk memenuhi harapan Alfred.
Pada tahun 1901, hadiah pertama Nobel dalam fisika, kimia, sastra, fisiologi dan obat-obatan dibagikan di Stockholm, Swedia dan Hadiah Nobel Perdamaian di Kristiania (sekarang Oslo), Norwegia.

Komentar


Berita Terkait