28.08.2009 20:23:55 WIB
Oleh ADIS OKTAVIANI
SOAL fatwa haram terhadap para pengemis ditanggapi pro dan kontra wong Palembang. Sebagian setuju tidak memberi sedekah kepada pengemis yang tampak sehat, sebagian tidak peduli soal sehat atau tidak sehat seseorang yang diberi. "Sedekah itu kewajiban bagi umat muslim. Kita tidak memikirkan apakah orang yang minta (mengemis, red) itu sehat atau tidak, yang jelas mereka butuh, dan kita beri, sebab kita juga rezekinya dari Allah," kata Sofyan (34), warga 3 Ilir, Palembang, Jumat (28/08/2009).
Menurut Sofyan, pengemis itu tidak akan ada apabila negara mengambil peranan yang baik di negara ini. "Di jaman Belanda, kata nenek saya, tidak ada pengemis di Palembang. Sebab saat itu wong Palembang relatif makmur atau saling berbagi. Sekarang jaman merdeka, kok pengemis kian banyak. Jadi, ini ada persoalan dengan negara ini. Ya, jangan dulu bilang haram atau tidak, yang penting itu kita harus saling berbagi, bukan hanya muslim, juga nonmuslim," katanya.
Sementara Yanto (42), warga Sei-Batang, Palembang, menilai memang banyak orang sehat yang menjadi pengemis. "Mereka mentalnya malas, dan maunya enak saja mencari uang, ya caranya menjadi pengemis itu. Pemerintah harusnya cepat menangkapi mereka yang menipu itu. Kalau aku sih kasih pengemis yang benar-benar tidak sehat fisiknya atau sudah tua," katanya.
Meski begitu, para pengemis di Palembang selama sepekan ini tetap beraktifitas seperti biasanya. Tidak ada penangkapan ataupun pelarangan dari Polisi Pamong Praja atau dari masyarakat.
