Ekonomi

Bangun Rel KA TAA, Alex Gandeng PT BA dan Adani Global

coba

25.08.2010 17:23:03 WIB

GUBERNUR Sumatra Selatan Alex Noerdin terus melakukan terobosan guna menggenjot investasi di Sumsel. Karena itu, Pemda Sumsel menggandeng dua investor, yakni PT Bukit Asam dan PT Adani Global. Ketiga stake holder tersebut melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) disaksikan tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu, yakni Kepala BKPM, Gita Wiryawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Perhubungan, Freddy Numbery, Rabu (25/08/2010) di Jakarta.

Kesepakatan kerjasama tersebut guna membangun jalan kereta api (KA) angkutan batubara sepanjang 270 kilometer, dari Muara Tanjungenim ke Tanjungcarat (TAA), dan pembangunan terminal batubara (coal terminal) di TAA. Penanda tangangan dilakukan tiga orang, yakni Alex Noerdin (mewakili Pemda Sumsel), Presedir PTBA Soekrisno dan Presdir PT Adani Global, Ganesha Varadarazan.

"Rencana investasi pada proyek ini adalah sebesar 1,6 miliar dolar AS dengan kapasitas coal terminal sebesar 50 juta ton per tahun, di mana 34 juta ton nya di supply dari PT Bukit Asam. Investasi ini amat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan,” kata Gubernur Sumsel, Alex Noerdin usai membubuhkan tanda tangannya.

Selain proyek TAA dan coal terminal, ke depannya pengembangan proyek TAA juga akan mencakup pembangunan pelabuhan TAA dan kawasan industri. Besaran investasi untuk pelabuhan diperkirakan sebesar Rp8 triliun dan untuk pembangunan kawasan industri TAA diperkirakan sebesar Rp54,271 triliun. Mereka sudah survei untuk pembangunan di sana. Jalur melewati tiga Kabupaten, Muara Enim, Lahat, dan Tanjung Asin," ujarnya.

Pembangunan jalan kereta api dan coal terminal, serta pengembangan kawasan TAA secara keseluruhan, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumsel. “Pembangunan memakan waktu 36-48 bulan, hingga fasilitas baru ini akan siap beroperasi pada 2013. Dampak pembangunan ini, diperkirakan proyek pembangunan ini akan membuka sekitar 100 ribu lapangan pekerjaan,” kata Alex lagi.

Menurut Alex lagi, waktu pengerjaan pembangunan rel kereta api selama 36-40 bulan. Jangka waktu kerjasama ini selama 30 tahun. Sumatera Selatan merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang diumumkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada awal tahun ini untuk membantu pemerintah daerah siap mengakselarasi investasi.

"Proyek ini bukan hanya untuk Sumatera Selatan tapi juga nasional. Hal ini menjadi contoh proyek besar yang akan direalisasikan bagi daerah lain," paparnya yang mengaku membawa pasukan dari Sumsel, termasuk tiga bupati yang daerahnya terlewati jalur rel KA, yakni Bupati Lahat, Syafrufin Aswari, Wakil Bupati Muara Enim, H Nurul Aman, Bupati MUBA Pahri Azhari. Juga ikut hadir Ketua DPRD Sumsel, Wasist Bambang Utoyo, Kepala BPKM Sumsel, Permana, Kepala Bappeda Yohanes Toruan dan Ketua Pokja Komisi VI DPR, Dodi Reza Alex.

Sementara itu, Kepala BKPM Gita Wiryawan mengungkapkan Sumsel merupakan salah satu dari tujuh provinsi regional champions yang diumumkan oleh BKPM awal 2010. “Tujuannya, agar pemerintah daerah siap mengakselerasi investasi di daerahnya. Melalui program ini, BKPM memberikan pelatihan, exposure ke forum dan media internasional, serta fasilitasi intensif dengan para calon investor, termasuk juga membantu pengemasan proyek yang ditawarkan,” terangnya.

Yang jelas, lanjut mantan Komisaris Pertamina ini, penandatanganan HoA itu merupakan salah satu wujud kerjasama pemerintah dan swasta dalam membangun infrastruktur di daerah. “Saya amat senang karena salah satu dari provinsi regional champions yang berhasil mewujudkan rencana pembangunan rel kereta api yang sudah lama tertunda,” tambah Gita.

Dikatakannya, pembangunan jalur angkutan kereta api dan terminal batubara oleh PT Adani Global akan dimulai pada tahun 2011 dan ditargetkan rampung di 2013. Adani pun menyiapkan dana US$ 1,6 miliar dalam pembangunan jalur yang menghubungkan Tanjung Enim hingga Tanjung Api-Api. "Investasi yang disiapkan, US$ 1,6 miliar. Semuanya dari Adani," tuturnya.

Ia menambahkan, dengan ditandatangani HoA maka pembangunan jalur kereta api dan terminal batubara diharapkan mulai 2011. Jalur kereta api akan beroperasi dari Tanjung Enim hingga Tanjung Api-Api, dengan panjang mencapai 270 km. Jalur ini siap mengangkut batubara dipasok dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dengan kapasitas angkut 30-35 juta ton per tahun. "PTBA hanya sebagai pemasok, dari semacam official security," tegas Gita.

Komentar


Berita Terkait