Ekonomi

Duta Besar Amerika Serikat Scort Marciel Berkunjung ke Sumsel

coba

02.02.2012 18:19:38 WIB

Oleh Putra Nusatara

Duta Besar Amerikat Serikat untuk Indonesia Scort Marciel berkunjung ke Sumatera Selatan. Dia mengaku tertarik dengan potensi ekonomi di Sumatera Selatan.

“Saya datang guna melihat langsung seluruh potensi Sumatera Selatan. Meskipun waktunya (kunjungan, red) tidak banyak, tetapi cukup bagi saya merasakan di sinilah (Sumatera Selatan, red) orang seharusnya berinvestasi” kata Scort Marciel kepada pers di Palembang, Kamis (02/02/2012).

Marciel pun merasa senang dengan kunjungan pertamanya ke Sumatera Selatan ini. Marciel datang sekitar pukul 09.00. Dia mengenakan batik merah muda dengan paduan celana coklat. Di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dia disambut Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Dari bandara itu, dia bersama Alex naik helikopter menuju dua perusahaan milik Amerika Serikat di Kabupaten Musi Banyuasin, yakni ConnocoPhilips dan Cargill. Di sana, Marciel banyak bertanya terkait
kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.

Masih terkait dengan pendidikan, seusai dari Musi Banyuasin, keduanya menuju Lapangan Tembak di Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang. Di sini Marciel bertemu dengan pelajar yang menempuh pendidikan di SMAN Sumsel (Sampoerna Academy).

Kedatangan Scort ini kemudian dihubungkan dengan tertangkapnya enam orang yang mengaku anggota Badan Intelejen Negara (BIN) yang tertangkap di Hotel Aryaduta, Palembang, pada 31 Januari 2012 lalu.

Ada informasi, keenam anggota BIN gadungan itu tengah mengumpulkan bahan terkait dengan delegasi peserta dari Iran yang tengah mengikuti Konferensi Parlemen Negara-Negara Islam di hotel tersebut.

Mengenai soal ini, kepada pers Marciel tidak mau memberikan komentar. Dia mengaku tidak tahu akar persoalannya, dan kedatangannya ke Sumatera Selatan yang pertama ini terkait urusan bisnis dan
pendidikan.

“Saya datang ke Sumatera Selatan hanya untuk melihat dan memastikan peluang investasi dan sejauh mana keterlibatan perusahaan kami (Amerika Serikat, red) dalam membantu kualitas pendidikan di sini,” ujarnya.

Sementara Alex Noerdin mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu pressing pihak luar terkait tertangkapnya enam orang yang mengaku anggota Badan Intelejen Negara (BIN) di Hotel Aryaduta. Bahkan dia berharap mereka yang tidak kompeten dan tidak berkepentingan tidak
bicara soal itu.

“Mereka saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Biarkan proses hukum yang mengadili, kita tidak perlu turut campur,” kata Alex kepada wartawan media lokal.

Alex pun mengatakan tidak menghendaki adanya pengembangan isu terkait kasus tersebut, yang dapat berpotensi memperkeruh suasana dan keamanan bangsa. Apapun misi dan kepentingan terkait keenam tersangka tidak ada hubungannya dengan Sumatera Selatan, juga Konferensi Parlemen
Negara-Negara Islam.

Yang pasti, sama seperti kunjungan Presiden SBY saat membukan Konferensi Parlemen Negara-Negara Islam pada 30 Januari 2012 lalu, kedatangan Marciel ini berjalan aman. Tidak ada satupun aksi unjukrasa yang menolak atau memprotes kehadiran mereka.

Komentar


Berita Terkait