20.07.2010 22:23:35 WIB
SUMATRA Selatan akan mencatatkan diri dalam sejarah SEA Games menyusul keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat terbatas persiapan SEA Games XXVI di Istana Negara, Selasa (20/7/2010).
“Saya sudah memutuskan bahwa kita pilih provinsi yang bukan hanya siap tapi juga memiliki semangat untuk menjadi tuan rumah. Saudara Gubernur Sumsel saya nilai punya tekad dan semangat yang tinggi untuk menjadi tuan rumah yang baik,” kata Presiden Susilo melalui teleconference yang disaksikan pers Sumsel di Kantor Gubernur.
Meski demikian, Presiden mengingatkan semua pihak harus bekerjasama untuk mewujudkan penyelenggaraan SEA Games yang berhasil baik dari pelaksanaan maupun prestasi.
“Waktu tidak terlalu lama lagi, satu tahun akan cepat sekali. Karena itu sinergi, sinkronisasi, dan koordinasi antar daerah, KONI pusat, pemerintah pusat utamanya kementerian pemuda dan olahraga dan juga kementerian lain,” kata Presiden.
Dalam penyelenggaraan, kata Presiden, tentu akan ada pengaturan-pengaturan terkait keamanan yang sedikit banyak memberikan pengaruh pada aktivitas warga, karena itu Presiden meminta agar diinformasikan kepada masyarakat dan didengar masukan masyarakat.
“Tentu ada pengaturan keamanan, pengaturan lalu lintas, pengaturan kegiatan masyarakat lokal. Kalau mereka diajak bicara baik-baik, dilibatkan baik baik, kemudian juga didengar saran dan masukannya pastilah akan dapat diselenggarakan dengan baik,” katanya.
Pemerintah menunjuk empat Provinsi untuk menyelenggarakan SEA Games yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.
SBY memutuskan Sumsel sebagai Tuan Rumah SEA Games XXVI mendatang, bahkan menjadi tempat penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan.
Seksama Paparan Alex Noerdin selama 1,5 jam dari pukul 10.30 didengarkan langsung oleh SBY secara seksama. Begitu juga Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng, Menteri BUMN Musafa Abubakar, Menteri Pariwisata Jero Wacik, Menteri Perhubungan Fredy Numberi, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Ketua Umum KONI Rita Subowo.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng melalui wawancara jarak jauh dari Istana Presiden pukul 13.00 mengatakan, pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan.
Pemilihan Palembang, kata Andi, karena Sumsel dinilai paling siap menyelenggaraan pembukaan dan penutupan pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara yang berlangsung dua tahun sekali itu.
Menurut Andi, Presiden memberi apresiasi kepada Sumsel karena sudah mempersiapkan diri sejak dini atas kesiapan penyelenggaraan SEA Games dan metode pendanaan dari veneu-venue yang sebagian besar tidak menggunakan dana APBN dan APBD.
“Kita berharap penyelenggaraan ini berlangsung sukses,” katanya.
Sementara Ketua KONI Rita Subowo, menambahkan, pelaksanaan SEA Games 2011 harus berjalan lancar dan sukses. Apalagi seluruh atlet terbaik ASEAN akan hadir dalam pertandingan spektakuler tersebut.
“Kita sangat mengharapkan kepada Sumatera Selatan agar bisa menyukseskan acara pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 ini. Ini adalah pertaruhan kita sebagai tuan rumah,” paparnya.
Alex Noerdin yang saat ini mengemban tugas besar negara untuk pelaksanaan SEA Games 2011 mendatang, optimis daerah yang dipimpinnya bisa menyelenggarakan cabang-cabang olahraga di venue-venue di Sumatera Selatan.
“Semua cabang olahraga untuk SEA Games bisa dan sah diperlombakan di Sumatera Selatan. Pendanaan hampir seluruhnya dari pihak ketiga. Dana Rp 1,6 triliun itu berasal dari BOT, investasi, dan hibah. Kita akan bangun rumah atlet yang besar untuk menampung atlet,” katanya.
Beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan di Sumatera Selatan, antara lain Sepakbola, Renang, Akuatik, Dayung, Menembak, Angkat Berat, Boling, Senam, Ski Air, Polo Air, dan Gulat.
