09.01.2012 15:22:37 WIB
Oleh Putra Kurusetra
SETELAH menghilang selama setahun, para pemburu benda berharga di Sungai Musi yang menggunakan perahu dan penyelam tradisional kini kembali marak di sungai yang membelah Palembang itu.
Seperti sebelumnya, kapal-kapal jukung bermesin ini berada di sekitar Benteng Kuto Besak (BKB). Perahu-perahu ini mengapung, sementara penyelam tradisional menggali pasir di dasar Sungai Musi yang dalamnya sekitar 20-an meter.
Para penyelam tradisional ini, hanya mengandalkan selang panjang sebagai penyalur udara yang disambungkan dengan kompresor oksigen, serta tali sebagai pengikatnya. Mereka tidak peduli dengan derasnya arus Sungai Musi selama musim penghujan ini.
Saat masuk ke dalam sungai, para penyelam membawa sebuah kantung kain. Kantung-kantung kain itu kemudian dimasukan lumpur dari dasar Sungai Musi. Selanjutnya lumpur ini dibersihkan, dan baru akan dicari benda-benda berharga.
Menurut informasi, setahun lalu, ada pemburu benda berharga ini menemukan benda berharga berupa patung-patung Budha yang terbuat emas dalam ukuran kecil. Benda-benda ini kemudian dibeli seorang kolektor. Kabar ini tentu saja sulit dibuktikan. Tetapi, yang jelas benda-benda harga yang sering ditemukan berupa emas, perak, dalam bentuk pehiasan, yang diduga milik warga Palembang yang terjatuh ke Sungai Musi.
Foto: Dokumentasi
