09.09.2011 19:35:43 WIB
Oleh Putra Kurusetra
GUBERNUR Sumatera Selatan Alex Noerdin terkejut dan siap memberikan sanksi terhadap perusahaan perkebunan yang tidak memiliki sarana dan sumber daya manusia (SDM) pemadam kebakaran hutan.
"Masak (apa benar, red) ada perusahaan perkebunan tidak memiliki peralatan pemadaman api? Kalau itu benar, kita turunkan tim dan berikan sanksi." kata Alex Noerdin, kepada pers, di Auditorium Pemprov Sumsel, Jumat (09/09/2011).
Terhadap 178 titik api (hotspot) yang kini belum berhasil dipadamkan, Alex menjelaskan akan dilakukan hujan buatan yang akan dilakukan pada Senin (12/09/2011) oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang saat ini sudah tiba di Palembang, sedangkan pesawat
khusus TMC Service diperkirakan sampai di Palembang pada Minggu (11/09/2011).
"Insya'allah, Senin lusa akan dilakukan hujan buatan," jelas Alex Noerdin.
Dikatakan, asap yang terjadi akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumsel tidak begitu parah seperti yang terjadi di Jambi dan Riau. Namun begitu, upaya pencegahan dan pemadaman dilakukan dengan berbagai acara.
"BPPT memberikan perhatian lebih kepada Sumsel, jadi kita sangat berterima kasih," katanya.
Kendati secara teknis dan kesiapan untuk melakukan hujan buatan tidak ada masalah, namun di sisi lain, jika hutan tersebut jatuhnya di Palembang, tentu ada dampak lainnya.
Seperti saat ini, beberapa pekerjaan yang tidak boleh diganggu hujan adalah pekerjaan pemasangan karet sintetis di lintasan pemanasan dan pekerjaan pemasangan kolam renang di venues Aquatic Center yang saat ini sedang melakukan pemasangan karet sintesis.
"Saya minta pekerja venue atletik untuk menuntaskan pekerjaannya di bawah tanggal 13 September 2011 ini," jelas Alex.
