SEA Games 2011

SEA Games XXVI, Pintu Masuk Para Investor

19.03.2011 09:03:29 WIB

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengungkapkan tujuan menjadikan Palembang-Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games XXVI di Palembang hanya sasaran antara, sasaran sebenarnya adalah investor yang berdatangan ke Sumsel.

Selain itu sejumlah fasilitas umum dibenahi pemerintah pusat untuk menyongsong SEA Games, November mendatang. “Manfaat SEA Games sebenarnya sudah dirasakan masyarakat Sumsel. Lihat saja, Jl Kolonel H Barlian diperlebar, kapasitas Bandara SMB II ditingkatkan, Stasiun KA Kertapati dipercantik dan jadi yang terbaik. Kalau tidak ada SEA Games di Palembang, mungkin saja fasilitas umum itu tidak disentuh pusat,” kata Alex Noerdin dalam coffee morning dengan pimpinan media lokal dan kepala biro koran nasional, di Hotel Aryaduta, Jumat (18/3).

Selain masalah SEA Games yang pada November 2011 mendatang berlangsung, media juga melakukan tanya jawab tentang proyek pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api, sampai konflik antar pimpinan daerah, serta kesan kurang populernya SEA Games di mata masyarakat, bahkan di Sumsel sendiri.

Alex mengatakan boleh saja kalau ada yang masih tidak percaya Sumsel menjadi tuan rumah SEA Games XXVI, terutama karena kondisi venue beberapa cabang olahraga. “Lapangan tembak, renang dan atletik paling disorot. Lalu pindah kemana? Lumban Tirta sedang direnovasi dan kondisinya lebih bagus dari Senayan, lapangan tembak di Kampus juga lebih bagus kondisinya dari Senayan, atletik hanya dalam tempo 1,5 bulan kita juga punya yang terbaik. Jadi mengapa harus dipindah ke Jakarta,” jelasnya. Adapun veneu menembak, renang dan atletik bikin baru lagi karena ada beberapa alasan, venue di Jakabaring Sport City melengkapi venue yang ada atau membangun baru karena sebelumnya tidak punya.

Alex senang apabila ada yang mengingatkan atau mengkhawatirkan pelaksanaan SEA Games meletakkan pada porsinya dan paham masalahnya. Tapi kalau yang menanggapi tidak paham, Alex mengaku malas membahasnya. “Kalau yang baik, mereka khawatir itu bagus karena sayang Sumsel atau saya gagal melaksanakan SEA Games, tapi kalau hanya sekadar mengkritik yang gak perlu ditanggapi,” ujar Alex yang pagi itu mengenakan baju dan celana biru tua.

Tentang promosi SEA Games di Sumsel, menurut Alex, soal promosi sebenarnya tanggungjawab pemerintah pusat karena Sumsel hanya sebagai penyelenggara. Dan untuk menangani promosi sudah ada CEO-nya yakni Rahmad Gobel.

Wisata Olahraga Menjawab pertanyaan media, Alex mengemukakan Jakabaring Sport Center (JBC) akan diproyeksikan menjadi obyek wisata olahraga dan pembinaan olahraga setelah SEA Games selesai. JBC menempati areal 325 hektar dibantu pemerintah pusat untuk membuat ruang terbuka hijau.

Di JBC juga akan dibangun water theme park dan 4 kilometer arah Ogan Ilir akan dibangun Taman Safari. “Sehingga JBC memang akan diproyeksikan menjadi obyek wisata olahraga, apalagi di Palembang dan Sumsel memang belum banyak obyek wisata,” katanya.

Sebagai tempat pembinaan olahraga, Jakabaring Sport City sudah memenuhi misalnya ada Injury Clinic untuk merawat atlet yang mengalami cedera.

Tentang kurang bersatupadunya masyarakat dan segenap pimpinan daerah, pimpinan media mengusulkan untuk menyelenggarakan jalan sehat (fun walk) se Sumsel yang diikuti masyarakat, pengusaha sampai pejabat.

Dan jalan sehat itu akan diupayakan memecahkan rekor MURI dari sisi jumlah peserta. Dengan dukungan media lokal dan nasional, jalan sehat itu diharapkan mampu menunjukkan bahwa lapisan masyarakat Sumsel siap menyambut penyelenggaraan SEA Games XXVI. “Ya setuju, kami akan fasilitasi,” ujar Alex Noerdin singkat sembari mengungkapkan dirinya berharap acara coffee morning ini bisa rutin diselenggarakan.

Komentar


Berita Terkait