Internasional

Indonesia-Maroko Kerjasama Pertanian

coba

24.12.2010 10:28:53 WIB

Oleh RAHMAT AZHARI

Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian mengadakan kunjungan ke Maroko pada tanggal 11 – 18 Desember 2010. Kedatangan Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian ke INRA (Intitute National de la Recherce Agronomique) Maroko adalah sebagai tindak lanjut hasil kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia ke Maroko pada bulan Agustus tahun 2009 yang lalu dalam rangka mengidentifikasi bidang penelitian pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bentuk kerjasama antar institusi RI–Maroko.

Tim Badan Litbang Pertanian terdiri dari Dr. Marhendro (Kepala Bagian Umum, Sekretariat Badan Lirtbang Pertanian), Dr. Hardiyanto (Kepala Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropika), dan Dr. Muharram Saefulah (Peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner).

Pada kesempatan pertemuan Tim Badan Litbang Pertanian dengan Direktur Jenderal INRA Maroko, Prof. Mohamed Badraoui menjelaskan program yang dilaksanakan oleh INRA yaitu Research for Agricultural Development yang diarahkan untuk mengurangi kesenjangan produksi dengan meningkatkan produktivitas. Program penelitian pertanian tersebut difokuskan kepada beberapa aspek, antara lain:
a. Meningkatkan food security (ketahanan pangan);
b. Water Management, yang diarahkan untuk mengefisiensikan penggunaan air dengan meningkatkan produksi pertanian per meter kubik;
c. Pengembangan varietas tanaman Gandum, yang memfokuskan kepada peningkatan ketahanan tanaman gandum terhadap kekeringan;
d. Pengembangan tanaman Kurma, dengan menghasilkan beberapa varietas kurma baru;
e. Pengembangan Hewan Ternak, rekayasa genetika ternak dan veteriner;
f. Pengembangan varietas tanaman Jeruk, INRA telah berhasil mengembangkan lima varietas jeruk baru;
g. Fruit trees;
h. Pengembangan tanaman Zaitun (olive) dalam kerangka peningkatan kapasitas produksi minyak zaitun.

Beberapa tempat yang dikunjungi oleh Tim didampingi oleh INRA adalah Pusat Penelitian Bioteknologi, Pakan Ternak dan Sumberdaya Lahan yang berada dalam pengelolaan Regional Center of Agronomics of Rabat, Bank Gen Maroko, Pusat Penelitian Pertanian Regional di Kenitra, Pusat Penellitian Regional di Settat dan Pusat Penelitian Regional di Meknes yang merupakan salah satu dari 10 pusat penelitian regional dari INRA.

INRA juga mendampingi Tim Pertukaran Ilmiah pada kunjungan ke Institut Agronomique et Vétérinaire Hassan II yang merupakan lembaga pendidikan sekaligus lembaga penelitian di bidang kedokteran hewan. Meskipun Institut ini bukan di bawah manajemen INRA Morocco, namun koordinasi penelitian yang dilakukan sangat baik. Institut tersebut juga menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk short course yang difokuskan terutama pada pendidikan tenaga ahli dari Afrika, termasuk dalam bidang water management.

Beberapa hal yang sedang dikembangkan oleh pusat penelitian pertanian regional di Maroko adalah penelitian bioteknologi untuk memperoleh varietas gandum yang tahan kekeringan; penelitian pakan ternak dari tumbuhan lokal; pengembangan jeruk, padi dan jagung; penelitian biopestisida dari tanaman lokal; penelitian tanaman subtropis seperti zaitun, walnut, almond dan anggur.

Di hari terakhir kunjungan Tim di Maroko, Tim didampingi oleh Duta Besar RI untuk Maroko, Tosari Widjaja, PF Ekonomi, Dicky Ahmad Rizaldy dan staf bidang politik, Fauzan Adim, bertemu dengan Dirjen INRA dalam rangka mendiskusikan secara singkat hasil kunjungan Tim selama di Maroko sehingga dapat dirumuskan kemungkinan langkah Kerjasama Penelitian Pertanian antar kedua negara. Selanjutnya diharapkan nota kesepakatan (MOU) antara Indonesia – Maroko sudah dapat ditandatangani pada Sidang Kerja Bersama (SKB) II di Jakarta pada tahun 2011.

Komentar


Berita Terkait