Gaya Hidup

Menembus Jalur Bahari, Menyatukan Negeri dengan BTS ke-15

coba

10.04.2010 00:38:24 WIB

Oleh RINIZAH

Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-15, Telkomsel bekerjasama dengan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengimplementasikan inovasi teknologi GSM (Global System for Mobile) berbasis IP (Internet Protocol) berkonsep “Remote Solution System” di Kapal Motor Lawit. Dengan penerapan inovasi solusi komunikasi jalur transportasi laut ini, maka Telkomsel menjadi satu-satunya operator selular yang melayani wilayah perairan Indonesia melalui penggelaran jaringan telekomunikasi di 15 kapal Pelni.

Peresmian beroperasinya layanan telekomunikasi di kapal Pelni ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno dan Direktur Utama Pelni Jussabella Sahea di KM Lambelu. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula uji coba penggunaan layanan telekomunikasi dengan menghubungi kapal Pelni lainnya yang sedang berlayar di wilayah timur Indonesia dan peninjauan lokasi perangkat telekomunikasi yang dipasang di KM Lambelu.

Pengimplementasian inovasi teknologi Telkomsel di kapal Pelni ini merupakan bagian dari program TELKOMSEL Merah Putih, yakni TELKOMSEL MEnembus daeRAH Pedesaan (termasuk daerah wisata dan resort), IndUstri TerpencIl (pengeboran lepas pantai, hutan, puncak bukit) dan BaHari (jalur transportasi laut) yang telah dilaksanakan sejak Juni 2008. Kerjasama ini sekaligus merupakan wujud sinergi perusahaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kesamaan visi dalam pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Sarwoto mengatakan, “Layanan ini menjadi persembahan kami menjelang usia 15 tahun Telkomsel dalam melayani Indonesia. Dengan adanya program TELKOMSEL Merah Putih di KM Lawit kini jaringan Telkomsel telah melayani 15 kapal Pelni yang melintasi wilayah bahari Indonesia, sehingga masyarakat dapat menikmati kenyamanan berkomunikasi di sepanjang jalur laut Pelni dari Sabang sampai Merauke. Dengan adanya layanan inovatif hasil karya anak bangsa ini serta kerjasama yang baik dengan Pelni diharapkan kemudahan dan kenyamanan berkomunikasi masyarakat Indonesia segera terwujud di mana pun berada, termasuk area pelayanan laut di seluruh wilayah Nusantara.”

Layanan inovatif teknologi GSM berbasis IP ini tentunya akan semakin memperluas coverage layanan telekomunikasi baik di daratan maupun lautan Indonesia. Layanan ini hadir dalam bentuk yang lebih simpel tanpa perlu membangun menara Base Transceiver Station (BTS), di mana cukup meletakkan beberapa alat, seperti: antena parabola, modem VSAT IP, pico BTS, solar cell sebagai power supply atau APB baterai (Automatic Power Backup) di daerah yang sudah ada listrik, serta dilengkapi dengan sarana pelayanan publik berupa 2 buah pesawat telepon FWT (Fixed Wireless Telephony) sebagai warsel bagi mereka yang belum mempunyai ponsel.

Jussabella menambahkan, “Kerjasama strategis ini memberikan nilai tambah bagi Pelni dalam hal pemanfaatan untuk telemetri, seperti ketersediaan bahan bakar dan suhu kapal, juga tracking realtime jalur pelayaran kami. Ketersediaan fasilitas telekomunikasi di kapal membuktikan komitmen bersama dalam peningkatan pelayanan bagi masyarakat, terutama kemanfaatannya bagi para penumpang untuk tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga maupun kerabatnya saat di tengah laut sekalipun.”

Ke-15 kapal Pelni yang telah dilayani program TELKOMSEL Merah Putih adalah Sinabung, Gunung Dempo, Labobar, Bukit Raya, Dobonsolo, Ciremai, Tidar, Nggapulu, Bukit Siguntang, Kelimutu, Lambelu, Sirimau, Kelud, Dorolonda, dan Lawit. Selain jalur bahari, TELKOMSEL Merah Putih juga telah hadir melayani 229 titik pulau terluar Indonesia dan pedesaan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan komunikasi, seperti Pulau Miangas (pulau terluar berbatasan dengan negara Filipina), Desa Bala Balakang di gugus Kepulauan Ambo (antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan), dan desa di Puncak Bukit Malabar, Jawa Barat.

Sebagai negara kepulauan sepanjang 1/8 bentangan dunia dengan luas 1,9 juta kilometer persegi yang memiliki 18.000 pulau, geografis Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Untuk itu, seiring dengan upaya penggelaran jaringan yang umum dilakukan oleh operator selular, Telkomsel juga terus melakukan inovasi dan integrasi teknologi dalam upaya menghadirkan solusi teknologi yang tepat untuk wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi.

Salah satunya adalah inovasi teknologi GSM berbasis IP berkonsep“Remote Solution System” sebagai solusi layanan komunikasi dan informasi di daerah terpencil seperti pedesaan dan pulau-pulau terluar Indonesia termasuk wilayah laut. Bahkan inovasi teknologi ini memberikan kecepatan penyediaan jaringan telekomunikasi selular yang lebih baik, menjadi sekitar 2 jam saja, di mana sebelumnya pembangunan cara konvensional dengan mendirikan menara BTS butuh waktu sekitar 1-2 bulan.

Program TELKOMSEL Merah Putih membuktikan kemampuan rekayasa teknologi karya anak bangsa Indonesia dalam mengintegrasikan beberapa perangkat sistem dan produk teknologi canggih menjadi suatu solusi penyediaan fasilitas telekomunikasi berkualitas yang sesuai dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Bahkan mengingat banyak wilayah Indonesia yang mempunyai permasalahan ketersediaan listrik, Telkomsel juga telah mengimplementasikan inovasi alternatif power supply dengan tenaga matahari (solar cell) dan tenaga angin (kincir angin).

Komentar


Berita Terkait