Budaya

Alat Dapur dan Kaleng Roti Dipukul Sambut Sahur Pertama

coba

22.08.2009 04:01:43 WIB

Oleh MUHAMMAD SYAHRIAN

SEKITAR pukul 03.00 hingga 03.30, Sabtu (22/08/2009) ini, puluhan anak-anak dan remaja di Palembang, menabuh alat-alat dapur, gendang, dirijen kecil, dan kaleng roti, keliling kampung. Mereka membangunkan warga untuk melakukan sahur pertama bulan puasa tahun ini. Sebagian remaja sengaja tidak tidur agar tidak terlambat membangunkan sahur.
"Ya, kami sengaja tidak tidur, biar tidak kesiangan. Maklum ini sahur pertama," kata Wawan (16), warga Lorong Talanggading, Kalidoni, Palembang, Sabtu (22/08/2009).
Wawan bersama beberapa teman sekampungnya, sengaja membawa peralatan dapur seperti tutup panci, kuali, kaleng bekas roti, derijen, buat ditabuh. Mereka juga membuat beduk kecil. Selama keliling kampung, mereka berteriak, "Bangun! Sahur! Sahur! Sahur!".
Sementara para remaja di kampung Suro, 30 Ilir, Palembang, sengaja pula bermain gaple hingga dini hari agar dapat keliling kampung membangunkan sahur. Selain berteriak sahur mereka pun menyanyikan lagu.
Teriakan atau panggilan bangun sahur juga terdengar dari masjid-masjid di Palembang. Panggilan "sahur!' berulang kali terdengar. Tak lama kemudian di dapur rumah warga terdengar suara gorengan dari kuali, dan aroma sejumlah makanan buat sahur tercium ke mana-mana.
Sehabis sahur, sebagian remaja dan anak-anak pergi ke masjid Agung Palembang buat menunaikan salat subuh, dan selanjutnya menghabiskan pagi di atas jembatan Ampera dan Plasa Benteng Kuto Besak.
Ya, nikmatnya menyambut puasa pertama. Semoga suasana ini terus bertahan hingga akhir puasa.

Foto: www.pasarkreasi.com

Komentar


Berita Terkait