Budaya

Walikota Palembang: Palembang Heritage Hotel Belum Punya IMB

coba

08.05.2011 11:43:16 WIB

Oleh Putra Kurusetra

PALEMBANG Heritage Hotel ternyata belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pembangunan hotel yang diperuntukkan bagi tamu kenegaraan selama SEA Games XXVI ini berada di kompleks Museum Tekstil Sumatra Selatan, di Jalan Merdeka Palembang, yang mendapatkan protes dari pekerja seni dan budaya.

“Setahu saya pembangunan hotel itu belum ada ijinnya. Seharusnya (Museum Tekstil Sumsel, red) dijaga kelestariannya dan kalau mau bangun (Hotel, red) harus didiskusikan terlebih dahulu. Tapi saya lihat, baru dipagar saja kok,” kata Walikota Palembang Eddy Santana Putra, saat mengikuti acara "Medical Drive" yang digelar General Electric (GE) Indonesia di Kambang Iwak, Palembang, Minggu (08/05/2011) pagi.

Museum Tekstil Sumsel menempati bangunan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Museum ini mengoleksi ratusan koleksi kain, diorama dan foto mengenai sejarah tekstil di Sumatra Selatan, dari masa PraSejarah hingga jaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Seperti diberitakan sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan peralihan Museum Tekstil Sumsel menjadi hotel tidak akan mengubah nilai sejarah bangunan tersebut. Hotel tersebut bernama Palembang Heritage Hotel.

"Bangunan hotel berada di belakang bangunan utama dengan enam lantai. Bangunan lama dipertahankan, dan dijadikan objek wisata Palembang tempo dulu,” kata Alex Noerdin, kepada pers, seusai menghadiri pelantikan pengurus Orwil ICMI Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (05/05/2011).

Hotel tersebut akan digunakan selama SEA Games XXVI. Isinya hanya 40 kamar, dan diperuntukkan khusus tamu penting dan kenegaraan.

Sementara Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah, kepada pers, mengatakan fokus pengembangan hotel bukan di bangunan utama yang kini dijadikan Museum Tekstil, Ruang Pameran. Akan tetapi, membongkar bangunan tambahan dari museum itu, yakni di belakang dan terpisah dengan bangunan utama.

Sebelumnya sejumlah pekerja budaya dan seni di Palembang memprotes soal rencana alih fungsi bangunan Museum Tekstil Sumsel menjadi hotel. Alasan mereka, itu sama saja dengan menghancurkan bukti-bukti sejarah di Palembang. Mereka mendesak agar rencana tersebut dibatalkan.

“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi sebuah pembangunan jangan sampai merusak lingkungan dan sejarah,” kata budayawan Palembang Erwan Suryanegara.

Komentar


Berita Terkait