06.04.2011 22:57:38 WIB
Oleh Dedy Pranata
PERINGATAN dari Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana Andi Arief terhadap ancaman gempa bumi besar yang akan terjadi di wilayah Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatra Selatan, dinilai hanya mendatangkan rasa takut. Andi pun memberikan teorinya.
“Ini bukan menakuti. Dalam beberapa tempat di dunia ini terjadi gempa bumi, gunung meletus, yang sebenarnya pernah terjadi puluhan atau ratusan abad lalu. Misalnya di Aceh, Selandia Baru, dan Jepang, Sebelumnya kita tidak tahu kalau di tiga tempat itu pernah terjadi bencana yang besar. Tapi setelah itu terjadi, ternyata di masa lalu bencana tersebut pernah terjadi di tempat yang sama,” ujar Andi Arief kepada pers di sebuah hotel di Palembang, Rabu (06/04/2011).
Nah, ujar Andi, selama ini orang menilai Sumatra Selatan merupakan daerah paling aman di Indonesia. “Tapi didasarkan beberapa temuan benda purbakala yang tertimbun di tanah, khususnya di Pagaralam, menunjukkan bahwa ada bencana alam yang besar di masa lalu. Jadi, melihat peristiwa bencana alam di wilayah purba, bukan tidak mungkin kita harus waspada terhadap bencana gempa bumi di Pagaralam,” ujarnya.
Apalagi, ujar Andi, berdasarkan hasil penelitian timnya, bencana gempa bumi di pulau Sumatra masih akan berlangsung. “Bencana akan dimulai dari Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan berakhir di Lampung,” katanya.
Foto: Peta jalur gempa (Patahan Sumatra) yang terjadi di masa lalu di wilayah Gunung Dempo (Pagaralam): 1893, 1990, 1942, dan 1952). (Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana).
