17.09.2011 00:29:54 WIB
PERCAYA atau tidak, Sungai Musi tempat di mana Rizky dan Angga tewas tenggelam ternyata memiliki cerita tersendiri di tengah masyarakat Sekayu. Di tempat yang sama setiap tahun selalu ada korban yang tenggelam dan meninggal. Diceritakan Ketua RW 01 di Kelurahan Balaiagung Sekayu, sejak tahun 2007 selalu ada yang meninggal di tempat itu.
“Tahun 2009 ada dua orang anak, 2010 tiga orang dan 2011 ini dua orang. Mereka meninggal juga karena tenggelam di saat bersamaan,” katanya.
Di lihat sepintas sungai musi dimaksud tidak jauh berbeda dengan di tempat lainnya. Hanya saja kerena letaknya berdekatan dengan pemukiman warga, sungai ini kerap dijadikan tempat mandi dan mencuci pakaian oleh warga sekitar. Sudah menjadi kebiasaan, di saat musi kemarau tiba, sungai ini terlihat surut dan dangkal di beberapa bagian. Bahkan saat ini, di tengah-tengah sungai sudah membentuk semacam pulau karena pasir yang timbul.
Menurut Iin, sekitar 200 meter dari tempat kejadian, ada dua tempat penambang pasir. Kedua penambang ini, menempatkan drum-drum sebagai penyangga pipa yang mengalirkan pasir kerukan ke tepi sungai. Menurut warga sekitar aktivitas menambang ini sudah berlangsung sejak lama.
Sebagaian warga bahkan, mengait-ngaitkan sejumlah korban dengan aksi menambang pasir tersebut. Dikatakan, dengan adanya aktivitas menambang ini, ada bagian dasar sungai yang dikeruk sehingga meninggalkan lubang besar dalam. Di sanalah, korban sering terperangkap dan meninggal dunia.
“Kita tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi harapan kami pemerintah bisa melakukan evaluasi,” ujarnya. (sripo)
