06.11.2009 15:37:33 WIB
Oleh A. LATIF
NASRUL (45), warga yang tinggal di rumah panggung tepat di tepi sungai Musi, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Sebrang Ulu 1, Palembang, menjual kepiting rejung atau kepiting bakau semenjak tahun 1995. Kepiting itu di jual hidup-hidup sampai Jakarta dan Batam
Kepiting tersebut dia beli dari para peternak dan nelayan di kawasan sungai Sembilang, Kabupaten Banyuasin. “Setiap tiga hari sekali, mereka datang ke rumah saya menjual kepiting bakau,” katanya kepada BeritaMusi.Com.
Harga beli dari nelayan bervariasi tergantung dengan ukuran kepiting. Ukuran 2 ons sampai 3 ons seharga Rp11 ribu, ukuran 3 ons sampai 5 ons Rp16 ribu, 6 ons sampai 1 kilogram seharga Rp20 ribu. “Kalau ukurannya berfariasi kami beli beli seharga Rp15 ribu”.
Satu persatu kepiting yang masih hidup itu, diikat dengan tali. “Wah kalau tidak biasa mengikat kepiting ini tangan bisa di japitnya,” jelasnya. Setelah diikat, kepiting-kepiting tersebut dimasukkan dalam kotak gabus.
Kepiting dalam kotak itu siap dikirim. Tidak hanya dipasarakan di daerah Palembang, bahkan sampai ke Batam dan Jakarta. “Kami jual di Batam seharga Rp45 ribu per kilo, sdangkan di Jakarta Rp35 ribu”.
Biaya pengiriman, lanjut Nasrul,untuk 1 kotak yang berisi 30 kilogram kepiting seharga Rp75 ribu dengan memakai pesawat dan termasuk surat izin jual dan ongkos mobil. “Sampai Jakarta atau Batam kepiting itu harus dalam keadaan hidup, kalau tidak orang tidak mau membelinya,” tegasnya.
Foto : A.Latif/BeritaMusi.Com
