16.05.2011 16:46:17 WIB
Oleh Hamzah Chairil
PILKADA Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tinggal beberapa bulan lagi. Perang opini mulai dibangun kedua pihak. Salah satunya yakni kritik yang dilayangkan terhadap calon incumbent Pahri Azhari, calon dari PDI Perjuangan, PAN, PD, dan sejumlah partai politik lainnya. Pahri dinilai gagal melanjutkan program yang diusung bupati sebelumnya yakni Alex Noerdin, seperti program pendidikan dan sekolah gratis.
“Mungkin kritik itu benar, Pahri tidak melanjutkan program dari bupati sebelumnya yakni Alex Noerdin. Tapi yang tidak dilanjutkan itu program mercusuarnya. Seperti pembangunan infrastruktur dengan lebel international di kota Sekayu,” kata Dr. Tarech Rasyid, dari Universitas IBA Palembang, di kantornya, Jalan Mayor Ruslan Palembang, Senin (16/05/2011).
“Program mercusuar itu, saya lihat telah dibalik Pahri menjadi pembangunan yang lebih membumi, yakni fokus pada pembangunan infrastruktur di pedesaan. Sebab selama Alex Noerdin berkuasa, pembangunan di desa banyak tertinggal,” ujar Tarech.
Indikator positifnya, kata Tarech, selama tiga tahun pembangunan Musi Banyuasin selama dipimpin Pahri, APBD Muba mengalami peningkatan dari Rp1,4 triliun di masa pemerintahan Alex Noerdin, menjadi Rp2,1 triliun di masa pemerintahan Pahri. Ada peningkatan sebesar 67 persen.
Semua anggaran itu memang difokuskan Pahri pada pembangunan di pedesaan, sehingga bila di masa kepemimpinan Alex Noerdin hanya 187 desa yang dialiri listrik, pada 2010 sudah 218 desa dialiri listrik. Begitu pula dengan fasilitas air bersih, yang semula hanya 162 desa pada tahun 2007, naik menjadi 177 desa pada tahun 2010.
Angka kemiskinan yang semula 33,6 persen pada tahun 2007, turun menjadi 22,76 persen pada tahun 2009. Selain itu, jumlah desa tertinggal mengalami penurunan. Dari semula 70 desa tertinggal di tahun 2007, turun menjadi 14 desa tertinggal pada tahun 2010.
“Saya menilai Pahri melihat nasib masyarakat desa jauh lebih penting dibandingkan membangun sebuah gedung mewah. Artinya dia lebih memilih rumah sederhana asal penghuninya sejahtera, dibandingkan sebaliknya,” kata Tarech.
