05.05.2011 21:41:01 WIB
Oleh Putra Kurusetra
GUBERNUR Sumsel Alex Noerdin menjelaskan peralihan Museum Tekstil Sumsel menjadi hotel tidak akan mengubah nilai sejarah bangunan tersebut. Hotel tersebut bernama Palembang Heritage Hotel.
"Bangunan hotel berada di belakang bangunan utama dengan enam lantai. Bangunan lama dipertahankan, dan dijadikan objek wisata Palembang tempo dulu,” kata Alex Noerdin, kepada pers, seusai menghadiri pelantikan pengurus Orwil ICMI Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (05/05/2011).
Hotel tersebut akan digunakan selama SEA Games XXVI. Isinya hanya 40 kamar, dan diperuntukkan khusus tamu penting dan kenegaraan.
Sementara Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah, kepada pers, mengatakan fokus pengembangan hotel bukan di bangunan utama yang kini dijadikan Museum Tekstil, Ruang Pameran. Akan tetapi, membongkar bangunan tambahan dari museum itu, yakni di belakang dan terpisah dengan bangunan utama.
Sebelumnya sejumlah pekerja budaya dan seni di Palembang memprotes soal rencana alih fungsi bangunan Museum Tekstil Sumsel menjadi hotel. Alasan mereka, itu sama saja dengan menghancurkan bukti-bukti sejarah di Palembang. Mereka mendesak agar rencana tersebut dibatalkan.
“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi sebuah pembangunan jangan sampai merusak lingkungan dan sejarah,” kata budayawan Palembang Erwan Suryanegara.
