SEA Games 2011

The Pompey ke Final, Kado buat Mediang Ayah Grant

coba

12.04.2010 16:11:44 WIB

Oleh SUMARDONI

TIDAK ada yang menyangka Portsmouth maju ke babak final Piala FA, sebab di Liga Primer mereka tampil terseok-seok. Kemenangan atas Tottenham Hostpur 2-0 itu bagi sang pelatih Avram Grant, merupakan hadiah bagi mendiang ayahnya, yang 59 tahun lalu berjuang menghindari pembantaian Nazi atas kaum Yahudi.

Kemenangan Portsmouth jelas merupakan kejutan, setelah bermain 0-0 dalam waktu normal, dan mencetak 2 gol di babak extratime.

The Pompey pun lolos ke babak final dan menantang Chelsea pada 15 Mei 2010. Chelsea sendiri adalah klub yang pernah ditukangi Grant. Final ini merupakan final kedua The Pompey dalam tiga musim terakhir, dan pada 2008 mereka jadi juara dengan mengalahkan Cardiff City.

Sebuah kemenangan yang disambut sukacita oleh seluruh punggawa Portsmouth termasuk Grant yang menganggapnya sebagai sebuah kegilaan. Bahkan Grant pun menilai kesuksesan pada 11 April kemarin itu tak hanya menyangkut soal sepakbola saja.

Ya, tepat 12 April pada 59 tahun lalu, negara di mana Grant berasal terjadi The Holocaust, hari pemusnahan kaum Yahudi oleh tentara Nazi. Israel hingga kini memang termasuk negara yang paling banyak dihuni oleh kaum Yahudi.

Ayah Grant termasuk dalam kelompok yang berjuang dari pembantaian itu dan selamat hingga akhirnya menutup mata tahun lalu. Dan Grant pun menganggap perjuangan anak asuhnya menggapai partai puncak diibaratkan seperti itu.

Untuk Grant ini adalah kali kedua ia menggapai kemenangan saat memperingati Hari Holocaust. Yang pertama adalah saat membawa Chelsea mengalahkan Liverpool di semifinal Liga Champions musim 2008.

"Ini lebih dari sekadar sepakbola. Ini kali keduanya terjadi, jadi ini lebih dari hanya sebuah simbol saja," tukas Grant yang kelahiran tahun 1955 itu di Telegraph.

"Ayahku berkata padaku bahwa hidup itu di masa depan bukan masa lalu. Dia tidak pernah membenci siapapun, meskipun orang itu berbuat salah padanya," sambungnya.

"Ia lahir dengan senyuman dan meninggal saat tidur pun dengan senyum. Kemenangan ini untuknya," pungkas pria usia 55 tahun itu.

Komentar


Berita Terkait