Budaya

Bersapa dan Berkenalan dengan 17 Puyang Gunung Dempo

coba

23.05.2011 20:42:51 WIB

Oleh Putra Kurusetra

BANYAK cerita mistik terkait dengan Gunung Dempo, sebuah gunung yang terletak di Bukitbarisan. Salah satunya ketika Tim Ekspedisi Bukitbarisan bertemu dengan 17 puyang atau manusia yang berusia sekitar 400 tahun, di atas ketinggian 3.159 mdpl.

Tim Ekspedisi Bukitbarisan, terdiri dari pasukan elit Kopassus atau Komando Pasukan Khusus TNI-AD, Komando Pasukan Cadangan TNI-AD (Kostrad), satu regu personel Batalyon 200/Raider (Palembang), serta peneliti dari ITB, IPB dan mahasiswa pencinta alam.

Bertemunya Tim Ekspedisi Bukitbarisan dengan ke-17 puyang itu diceritakan Sutrisman Dinah, aktifis Wigwam, sebuah organisasi pecinta alam. “Tim ekspedisi yang bertemu dengan ke-17 puyang itu adalah tim flora-fauna,” kata Sutrisman Dinah, dalam sebuah perbincangan dengan pers di Palembang, Senin (23/05/2011).

Menurut Sutrisman, yang hadir dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional di puncak Gunung Dempo, yang menuturkan pertemuan itu yakni Sersan PW Lase, yang tergabung di tim flora-fauna.

“Mereka bertemu dengan 17 penjaga atau puyang Gunung Dempo di atas sana. Mereka, para anggota tim, sempat kontak, berbicara, ngobrol dan tanya jawab dengan puyang itu.

Dikutip Sutrisman, Lase yang berasal dari Pulau Nias bersama teman-temannya, sempat curiga dengan sejumlah orang-orang berusia lanjut, dan berada di puncak Dempo. Saat ditanya sudah berapa lama di atas gunung itu, mereka menjawab sudah 400 tahun di sana.

Selama menceritakan kisah itu, pernyataan anggota Kopassus itu tidak dibantah oleh teman satu tim lainnya. Bahkan seluruh anggota tim satu persatu berkenalan dan salaman dengan ke-17 puyang itu, seperti dengan Puyang Putri Rambut Emas. Hanya Puyang Panggar Besi, yang menolak bersalaman dengan dengan Lase dan kawan-kawan. Saat bertemu dengan tim itu, Puyang Panggar Besi duduk di atas batu, dia menolak diajak bersalaman. Dia bilang, urusan mereka berbeda.

Menurut masyarakat Pagaralam, Puyang Panggar Besi merupakan nenek moyang masyarakat yang bermukim di selatan Gunung Dempo, sekarang termasuk wilayah Tanjungsakti dan sekitarnya.

Setelah bertemu dengan ke-17 puyang penjaga Gunung Dempo, tim itu kemudian melakukan sedekah dengan mengorbankan 17 ekor kambing.

“Kita boleh percaya atau tidak percaya dengan cerita mereka. Tapi cerita, mitos dan legenda tentang makhluk supranatural, sebenarnya bukan hanya ada di kawasan Gunung Dempo. Hampir semua gunung di dunia ini punya kisah dan mitos yang dikaitkan dengan kekuatan alam, yang menembus ruang dan waktu,” kata Sutrisman yang juga jurnalis ini.

Foto: travel.indoprofile.com

Komentar

31.07.2011 11:58:07 WIB | arie susanti :

Apa bener tim ekspedisi yg mlakukan pertemuan itu???soalnya saat itu saya ikut serta persedekahan u mengirim doa karena permohonan ampun kepada Allah SWt karena telah ßån?ak nya pengotoran daerah (perzinahan),,,,


30.10.2011 04:29:34 WIB | budi :

ass.bikin blog yang ilmiah la.massa puyang yang uda meninggal ratusan tahun bisa kembali kedunia lagi,munkin mereka cuma berjumpa dengan bangsa jin kali.kan dalam islam jika seseorang meninggal dunia maka putuslah hubunganya dengan dunia.



Berita Terkait