Lingkungan Hidup

Peduli Lingkungan, Perusahaan Lebih Untung

coba

25.05.2011 01:17:36 WIB

Oleh Putra Kurusetra

PADA seminar yang digelar Majelis LSM Sumsel, Konsil LSM Indonesia, KPMM, dan The Ford Foundation, di Hotel Duta, Palembang, Selasa (24/05/2011), terungkap fakta bahwa banyak perusahaan di Sumatera Selatan tidak peduli lingkungan hidup. Ini aneh, sebab faktanya banyak perusahaan yang peduli lingkungan hidup justru lebih banyak meraih keuntungan.

Hal ini seperti diungkapkan penasihat konsultansenior kebijakan perubahan iklim Bank Dunia, Mubariq Ahmad, belum lama ini. Menurut dia perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan akan lebih untung baik dari segi keuangan maupun citra perusahaan.

"Kian green kia tinggi keuntungannya, perkembangan harga sahamnya juga semakin bagus," kata Mubariq usai diskusi peluang dan tantangan menuju green economy dengan indeks Sri Kehati di Jakarta, Rabu pekan lalu.

Dia mengatakan, secara konkret keuntungan tersebut bisa langsung dirasakan misalnya dengan membenahi internal perusahaan untuk berhemat energi misalnya dengan hemat dalam penggunaan listrik, menggunakan lampu hemat energi, mematikan komputer saat tidak digunakan. Hal-hal kecil tersebut yang seakan tidak ada artinya suatu waktu akan sangat bermanfaat secara finansial, kata Mubariq.

Pembenahan internal perusahaan juga dilakukan dengan betul-betul memperhatikan dampak tindakannya terhadap lingkungan misalnya pada industri pengolah kayu, berapa persen kayu yang diolah itu betul-betul termanfaatkan menjadi produk.

Keuntungan secara finansial dapat langsung dilihat melalui indeks Sri Kehati yang menunjukkan dalam dua tahun perjalanannya sejak 2009 terbukti bahwa 25 perusahaan yang tercatat dalam indeks tersebut tingkat kenaikan harga sahamnya per tahun itu sejauh ini lebih dari 25 persen."Ini membuktikan bahwa betul semakin bersih secara lingkungan semakin beruntung perusahaan dan di pasar modal sahamnya juga semakin tinggi dan ada keuntungan lainnya secara performance," tambahnya.

Keuntungan tersebut yaitu keberlanjutan perusahaan, dengan indeks Sri Kehati terlihat bahwa perusahaan akan berumur panjang dan bertumbuh terus. Selain itu, dari segi tanggung jawab sosial, karena indeks Sri Kehati itu juga mencakup faktor-faktor sosial jadi terlihat perusahaan ini secara sosial juga bertanggung jawab.

Maka, berdasarkan fakta tersebut sudah sepantasnya berbagai perusahaan di Sumatera Selatan lebih peduli dengan persoalan lingkungan hidup. Dalam menjalankan program ini, selain mereka melakukannya secara internal juga dapat bekerjasama dengan sejumlah LSM di Sumatera Selatan, yang tentunya memiliki akutabilitas yang baik.

Komentar


Berita Terkait