01.05.2011 16:49:00 WIB
Oleh Putra Kurusetra
SEBENTAR lagi pemerintah Sumatra Selatan dengan RS Siloam akan membangun rumah sakit tersebut di Palembang. Namun ada sejumlah pihak mengkritisi soal rencana pembangunan rumah sakit tersebut, termasuk mengenai nama rumah sakit yakni Siloam.
Berdasarkan penelusuran BeritaMusi.Com, Minggu (01/05/2011), didapatkan data bahwa Siloam merupakan nama sebuah kolam air di Yerusalem yang berfungsi sebagai tempat persediaan air. Kolam ini menjadi sumber air bagi kota Yerusalem. Kata Siloam juga memiliki arti "yang diutus". Siloam dihubungkan oleh terowongan dengan sumber air Gihon.
Suatu prasasti pernah ditemukan oleh dua orang pemuda pada tahun 1880 yang menjelaskan bahwa terowongan itu digali dari kedua ujungnya. Tulisan pada prasasti itu menyatakan bahwa pembuatan terowongan tersebut sebelum 701 Sebelum Masehi, ketika Sanhedrin mengepung kota Yerusalem.
Terowongan tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan kota. Di dalam Injil Yohanes juga disebutkan Yesus menyembuhkan orang yang buta dengan air kolam itu. Yesus yang telah mengoleskan mata orang buta dengan tanah dan air ludahnya menyuruh orang buta tersebut untuk membasuh dirinya di kolam Siloam.
Sedangkan menara Siloam yang ambruk, yang mendatangkan malapetaka itu merupakan bagian dari kubu pertahanan. Sejak zaman Daud, kolam Siloam menjadi sumber air suci yang digunakan dalam upacara.
Tampaknya sejarah nama ini yang menjadi keberatan sejumlah masyarakat Palembang. Namun seperti berita sebelumnya, seusai Alex Noerdin berdialog dengan sejumlah ulama, Alex Noerdin mengatakan, kerukunan umat beragama menjadi hal penting dalam pelaksanaan rencana pembangunan. “Kalau ada orang merusak dan mencoba merusak kerukunan umat beragama di Sumsel, saya orang pertama yang akan menghadapinya. Saya akan selalu berada di depan,” kata Alex Noerdin.
