10.02.2011 22:58:12 WIB
Oleh Taufik Wijaya
MAGNET Liga Primer Indonesia (LPI) tampaknya mulai menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Khususnya keinginan membentuk tim sepakbola profesional tanpa menggunakan anggaran negara. Hal ini seperti diungkapkan bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Ishak Mekki.
“Saya punya keinginan membentuk sebuah tim sepakbola yang mengikuti LPI. Yang mana para pemainnya sebagian besar merupakan hasil pembinaan di Sumatra Selatan,” kata Ishak Mekki kepada detikcom di Kayuagung, OKI, Sumatra Selatan, Kamis (10/02/2011).
Klub ini tentunya modalnya berasal dari berbagai pihak yang ingin berinvestasi di sepakbola, “Baik sepakbola sebagai peluang bisnis, juga sepakbola sebagai pembinaan terhadap para pemain lokal,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, yang akan menggelar kompetisi sepakbola antarkampung se-Sumatra Selatan.
Para investor yang akan menangangi klub itu, lanjut Mekki, baik perorangan maupun perusahaan swasta.
Mengapa mengikuti LPI? “Ya, lantaran LPI itu sangat ikuti memang dibentuk dan digelar secara profesional, dan yang penting penyelenggaranya orang-orang yang relatif bersih dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Dukung Reformasi PSSI
Ishak Mekki juga mendukung berbagai pihak yang mengupayakan reformasi di tubuh PSSI. “Secara struktur para pengurus PSSI harus muka baru, sehingga adanya kepercayaan dari publik dalam membangun sepakbola Indonesia ke depan yang lebih baik. Para pengurus saat ini, suka atau tidak suka, banyak gagalnya, termasuk berbagai persoalan tidak profesional yang mencuat,” katanya.
Selain itu, PSSI juga harus tegas terhadap klub sepakbola profesional agar tidak menggunakan anggaran negara. “Kalau bisa mulai saat ini. Jangan menunggu satu atau dua tahun lagi,” ujarnya. Dana negara itu hanya diperuntukkan buat pembinaan sepakbola nonprofesional.
“Kan naif dana hasil pajak rakyat itu dihamburkan buat para pemain asing. Rakyat kita ini masih miskin. Sepakbola seperti halnya di Amerika Latin dan Afrika menjadi peluang orang miskin memperbaiki hidupnya bukan sebaliknya,” katanya. (dtc)
