13.05.2011 23:22:48 WIB
Oleh Deddy Pranata
SRIWJAYA FC meminta jaminan kepada Komite Normalisasi (KN) seandainya
PSSI terkena sanksi FIFA. Jaminan itu berupa ganti rugi sebesar Rp3,5
miliar. Dana tersebut terkait dengan biaya yang telah dikeluarkan
Sriwijaya FC selama mengikuti AFC Cup.
“Kerugian terbesar, Sriwijaya FC tidak dapat tampil dalam babak 16
besar AFC Cup,” kata Direktur Keuangan Sriwijaya FC Augie Bunyamin
kepada BeritaMusi, Jumat (13/05/2011) malam.
Surat permohonan jaminan tersebut disampaikan Sriwijaya FC melalui
surat resmi, “Besok (Sabtu, red) surat resminya kita kirim ke PSSI,”
ujar Augie.
Sikap Sriwijaya FC ini disampaikan menyusul kekisruhan di tubuh PSSI
belum juga reda, menjelang Kongres PSSI pada 20 Mei 2011 mendatang.
Menurut Augie, Komite Normalisasi (KN) belum mampu menengahi konflik
yang ada, sehingga pihaknya mengkhawatirkan akan adanya sanksi dari
FIFA.
“Sebagai klub kami sangat lelah mengikuti proses perbaikan PSSI,
dampaknya secara tidak langsung mengganggu kosentrasi klub, baik di
kompetisi lokal maupun international. Jadi, agar kami tidak terlalu
merugi dengan kekisruhan di PSSI, kami minta jaminan dari KN agar FIFA
tidak memberi sanksi, dan apabila diberi sanksi harus ada ganti rugi,”
ujar Augie.
