23.06.2010 12:08:11 WIB
Meski baru beroperasi tiga bulan lebih pendapatan yang didapat BRT Trans Musi sudah lebih dari Rp 1 miliar lebih. Dari dua koridor yang sudah difungsikan, koridor I yakni Alang-alang Lebar-Ampera yang omzet paling tinggi dibandingkan koridor Sako-Palembang Indah Mall (PIM).
Awal Juli lalu Manager BRT Trans Musi, Djoko Santoso kepada mengungkapkan, total pendapatan Trans Musi sepanjang Februari hingga Mei sebesar Rp 1,66 miliar berasal dari koridor PIM-Sako sebesar Rp 687 juta lebih dan Alang-alang Lebar-Ampera Rp 977.180 juta lebih.
Sementara bulan Mei lalu total pendapatan Rp 612.546 juta terbagi koridor I Rp 381,4 juta dan koridor II hanya Rp 231,1 juta. "Kalau pendapatan perhari Rp 12.305 juta untuk AAL-Ampera dan Rp 7,45 juta untuk Sako-Pim," kata Djoko.
Pendapatan itu diperoleh tersebut berasal dari 25 armada terdiri 20 armada berukuran sedang dengan 30 penumpang dan 5 armada besar dengan 70 penumpang lebih. Tingkat jumlah penumpang (load factor) untuk rute Sako-PIM sebanyak 40 persen lebih, koridor Alang-alang Lebar-Ampera rata-rata diatas 60 persen. Khusus pada hari libur atau akhir pekan load factor mengalami peningkatan dari hari biasa.
Foto: Sriwijaya Post
