09.06.2010 16:48:55 WIB
AKSI penolakan terhadap alihfungsi Gedung Olahraga (GOR) Palembang menjadi kawasan bisnis Palembang Sport and Conventation Center (PSCC) terus bermunculan. Ini kali datangnya dari Majelis LSM Sumatra Selatan. Alasan mereka, alihfungsi itu telah merusak dan mengurangi ruang publik atau kawasan hijau di kota Palembang.
Majelis LSM Sumsel ini terdiri dari 15 organisasi nonpemerintah, seperti Yayasan Puspa Indonesia, Lembaga Analisis Informasi, Bina Vitalis, dan lainnya. Selain menolak rencana tersebut, mereka juga menyayangkan adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan LSM, dan menyatakan mendukung rencana tersebut.
Menurut Ruspanda Karibullah, sebagai juru bicara Majelis LSM Sumsel, dalam siaran persnya, Rabu (9/6/2010) malam, ada lima pernyataan mereka terhadap rencana pemerintah Sumatra Selatan tersebut:
Yakni, menyayangkan sikap dari beberapa LSM yang menyatakan dukungan terhadap alihfungsi GOR, yang sebenarnya pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fokus isu yang LSM tersebut kerjakan.
Selanjutnya, meyayangkan sikap arogansi dari pihak yang tidak bertanggungjawab, terhadap organisasi yang menolak alihfungsi GOR. Contohnya [emasangan apanduk yang isinya bernada tendensius bertuliskan tentang “Bubarkan Organisasi yang menolak alih Fungsi Kawasan GOR”/
Lalu, menyerukan kepada masyarakat agar dapat lebih rasional dan objektif dalam melihat permaslahan alihfungsi kawasan hijau publiik GOR Palembang.
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Wahli) bersama Majelis LSM Sumsel tidak menghadiri pertemuan Ormas, LSM dan Organisasi Kemahasiswaan dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Rabu (9/6/2010) di Ruang Bina Praja Pemprov Sumsel, Jalan Kapten Rivai Palembang. Pertemuan itu guna membahas pelaksanaan SEA Games 2011, termasuk mencari solusi tentang pro dan kontra rehab dan pembangunan kawasan GOR.
Alex Noerdin pun mengaku kecewa.
"Undangan kita sampaikan. Pada awalnya kita undang Walhi dan enam LSM, tetapi pengurus Walhi minta ditambah dan mengajak 21 LSM lainnya, kita persilahkan. Tapi tadi pagi dibatalkan secara sepihak," kata Alex, seusai pertemuan dengan Ormas dan LSM dan komponen masyarakat lainnya.
"Saya sangat kecewa. Sekarang terserah, rencana pembangunan akan jalan terus dan prinsipnya pembangunan mengacu kepada aspek lingkungan," katanya.
"Sekarang saatnya kita bekerja. Tidak akan selesai dengan berdebat," katanya.
